Press "Enter" to skip to content

Ada Doa warga Dhuafa agar Jokowi Presiden RI lagi

Ada Do’a Rakyat Gresik untuk Pak Jokowi Presiden RI lagi.
Berdasarkan temuan dilapangan, masyarakat menyukai program 3 kartu baru Jokowi yang disampaikan saat kampanye. Ketiga program tersebut yaitu, Kartu Sembako Murah (KSM), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dan Kartu Pra Kerja (KPK). Program-program tersebut disukai masyarakat namun yang kenal atau tahu masih rendah (di bawah 40 persen).
Dari data survei diketahui, terkait program Kartu Sembako Murah, tercatat sebanyak 40,5 persen masyarakat mengetahui atau pernah mendengar program Jokowi – Ma’ruf yang bernama “Kartu Sembako Murah” (KSM). “Sementara yang tidak mengetahui program tesebut sebesar 60 persen. Dari mereka yang tahu atau pernah mendengar, mayoritas masyarakat setuju sebesar 35 dan yang tidak setuju sebesar 5 persen,” ujar Syaichu Busiri Pemerhati Warga Dhuafa yang juga Anggota Komisi A FPKB Gresik, Minggu (7/4/2019).
Cak Cu menerangkan, ada alasan tersendiri masyarakat menyukai program sembako murah, yaitu pertama membantu perekonomian rakyat sebesar 70 persen, kedua meringankan beban masyarakat sebesar 12 persen. “Adapun dua alasan teratas masyarakat tidak setuju dengan program tersebut sebab masyakat menilai pembagian sembako tidak merata sebesar 65 persen dan menganggap programnya tidak bermanfaat sebesar 5 persen,” Ulas Cak Cu.
Selanjutnya, Cak Cu menuturkan, kartu baru Jokowi lainya yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah), sebanyak 5 persen masyarakat mengetahui program KIP Kuliah dan 95 persen masyarakat tidak tahu.
Terakhir yaitu program Kartu Pra Kerja (KPK), sebesar 12 persen masyarakat mengetahui akan adanya program tersebut ke depan. Sementara sebesar 78 persen menyatakan tidak mengetahui. Dari masyarakat yang tahu atau pernah mendengar. Sebesar 70 persen mayoritas masyakat setuju dengan program tersebut. Masyarakat yang tidak setuju sebesar 23 persen dan 7 persen tidak percaya.
Untuk diketahui, jumlah sampel pada survei sebanyak 1.500 responden, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden selama 5 hari serta responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih di beberapa Kecamatan se-Kabupaten Gresik berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.
Sedangkan di lain pihak, Ada Do’a warga dhuafa kepada Pak Jokowi agar terpilih kembali menjadi Presiden RI untuk melanjutkan kinerja yang tertunda. Semoga dengan memilih Paslon 01 menjadikan Sedekah bagi kita untuk Masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Wahyudi GM
Sumber : Syaichu Busiri, Rumah Rakyat, Omah Dhuafa dan Masyarakat Gresik

One Comment

  1. Adi Adi 9 April 2019

    Sangat menarik dan tertarik untuk sosialisasikan kepada masyarakat.
    Boleh bagi nopenya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: