Press "Enter" to skip to content

Adu Strategi Cloud Kitchen Gojek dan Grab di Indonesia

Industri layanan pesan-antar makanan di Tanah Air tengah menjadi “angsa emas” bagi para penyedia layanan ride-hailing. Berawal dari jasa transportasi, sektor ride-hailing kini telah merambah berbagai bisnis lain. Bahkan, pesan-antar makanan kini tak hanya jadi sekadar bisnis pelengkap, namun menjadi motor penggerak.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company berjudul e-Conomy SEA 2019 memvalidasi hal tersebut. Dari total US$12,7 miliar (sekitar Rp180 triliun) nilai transaksi kotor atau Gross Merchandise Value (GMV) sektor ride-hailing Asia Tenggara pada 2019, US$5,2 miliar (Rp74 triliun) atau 40,9 persen di antaranya disumbang oleh jasa pesan-antar makanan, sedangkan sisanya layanan transportasi.

Angka ini diprediksi terus tumbuh mengingat jumlah populasi usia muda yang cukup besar di regional ini. Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan kedua sektor ini—transportasi online dan pesan-antar makanan—masing-masing bakal menyumbang US$20 miliar (Rp283 triliun) GMV pada 2025.

Gojek dan Grab menjadi dua pemain utama dalam bisnis ini di Asia Tenggara. Gojek terlebih dahulu memasuki industri pesan-antar makanan dengan meluncurkan GoFood pada 2015, sementara Grab menyusul setahun kemudian.

grabkitchen

Perkembangan layanan pesan-antar makanan

Menurut laporan Google, industri layanan pesan-antar makanan telah melalui perubahan fundamental pada 2018. Dari semula layanan tambahan yang digunakan segelintir orang, kini jasa pesan-antar makanan lazim digunakan oleh para profesional dan keluarga, khususnya yang berada di kota metropolitan. Layanan pesan-antar makanan dianggap solusi bagi mereka yang tak sempat memasak maupun enggan menghadang kemacetan demi mengenyangkan perut masing-masing.

Penggunaan kode promosi dan kampanye pemasaran kreatif dinilai telah memainkan peranan penting dalam perkembangan layanan ini. Pertambahan variasi makanan, mulai dari restoran bintang lima, restoran siap saji, hingga jajanan kaki lima, juga cocok untuk pelanggan yang hobi kuliner.

Data Google Trends mencatat, pencarian mengenai layanan pesan-antar makanan selama empat tahun terakhir telah tumbuh lebih dari 13 kali di Indonesia. Begitu juga dengan angka pesanan. Jumlah GMV layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara telah meningkat 15 kali lipat dari US$400 juta (Rp5,7 triliun) pada 2015.

Cloud kitchen Gojek dan Grab

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina mengklaim pangsa pasar perusahaannya di industri pesan-antar makanan daring dalam negeri mencapai 75 persen. Pertumbuhan merchant GoFood juga disebut meningkat 2,43 kali lipat dalam setahun terakhir, dengan jumlah lebih dari 400.000 merchant.

Promosi dan aktivasi luring menjadi strategi pertumbuhan GoFood. Beragam acara seperti Jakarta Culinary Festival (JCF) 2019 dan GoFood Festival dinilai efektif menarik pelanggan baru. “Secara nasional ada 30 titik penyelenggaraan GoFood Festival yang tersebar di 15 kota, ” ujarnya.

Secara penyebaran, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar menjadi lima wilayah dengan jumlah transaksi GoFood terbanyak sepanjang 2019. Sementara kota dengan pertumbuhan jumlah merchant terpesat adalah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Malang, dan Yogyakarta.

Grab Kitchen Photo

Di lain sisi, Head of Marketing GrabFood and New Businesses Grab Indonesia Ichmeralda Rachman mengklaim pangsa pasar GrabFood di Indonesia hampir mencapai 50 persen, naik dari 15 persen pada awal 2018. Ia menargetkan GrabFood jadi platform pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2019.

GMV GrabFood disebut mengalami pertumbuhan pesat sebanyak tiga kali lipat pada semester awal tahun ini. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan pesat dari kota-kota besar di luar Jakarta, seperti Surabaya, Medan, dan Bandung.

“GrabKitchen akan menjadi faktor utama pertumbuhan kami pada semester kedua 2019,” ujarnya belum lama ini. “Cukup sulit untuk menentukan lokasi ideal untuk GrabKitchen, jadi kami memanfaatkan data demi mengetahui selera para pelanggan.”

Grab baru saja meresmikan cabang GrabKitchen kesepuluh di Indonesia. Grab berencana untuk memperluas jaringan GrabKitchen miliknya secara signifikan, dengan membuka lebih dari 50 GrabKitchen yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia pada akhir tahun ini.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Adu Strategi Cloud Kitchen Gojek dan Grab di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.