Press "Enter" to skip to content

Akseleran Mengejar Profitabilitas di 2021 Setelah Raih Pendanaan Seri A dari Beenext

Akseleran, platform Peer to Peer (P2P) lending yang fokus pada pembiayaan UMKM di Indonesia, mengumumkan telah meraih pendanaan Seri A senilai US$8,55 juta (sekitar Rp116 miliar) dari beberapa investor yang dipimpin oleh Beenext.

Pemodal lain yang terlibat yakni Central Capital Ventura (CCV), unit ventura milik Bank Central Asia (BCA), serta Access Ventures, dan Agaeti Venture Capital. Seorang konglomerat lokal, Ahabe Group juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan Akseleran tersebut.

Kabar soal pendanaan Seri A Akseleran ini sebenarnya telah berhembus sejak akhir tahun lalu. Namun, pihak manajemen kala itu belum bersedia mengonfirmasi hingga memperoleh kepastian izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akhirnya keluar di Desember 2019.

Ivan Tambunan selaku CEO & Co-Founder Akseleran mengatakan, dukungan jaringan modal ventura dari Beenext, Access Ventures dan Agaeti akan memberikan wawasan dan pengalaman lebih terhadap Akseleran. CCV juga diharap dapat menciptakan sinergi dengan BCA dalam industri perbankan dan keuangan.

Ivan lewat keterangan resmi yang diterima Tech in Asia menyatakan, Akseleran sejauh ini telah mendukung pembiayaan ribuan UMKM. Di mana sebagian besar melalui fasilitas pembiayaan berupa invoice financing dan pra invoice financing.

Data yang dilansir Katadata menyebut, sejak pertama kali berdiri pada 2017, Akseleran telah menyalurkan pinjaman senilai total lebih dari Rp966 miliar. Di mana Rp706 miliar di antaranya disalurkan sepanjang 2019. Pada tahun ini, Akseleran menarget dapat menyalurkan pinjaman hingga Rp2 triliun.

“Kami ingin membuka lebih banyak akses bagi semua orang untuk menjadi pemberi dana pinjaman, sekaligus mendukung UMKM dan mendapatkan pengembalian investasi yang lebih tinggi melalui platform yang aman dan efisien,” kata Ivan.

Rencananya, Akseleran akan menggunakan dana
tersebut untuk beberapa hal, seperti:

  • Meningkatkan kapasitas tim
  • Mengembangkan produk pinjaman khusus yang sesuai kebutuhan UMKM
  • Investasi teknologi untuk meningkatkan otomatisasi, serta
  • Melakukan penetrasi lebih dalam ke pasar UMKM yang lebih luas.

Akseleran kata Ivan telah menargetkan profitabilitas di tahun 2021. Untuk meraihnya, mereka berencana menggalang tambahan investasi lanjutan, yang akan dilakukan pada kuartal ketiga tahun ini. Besaran kebutuhan penggalangan dana diperkirakan sekitar US$15 juta hingga US$20 juta (Rp273,6 miliar).

Teruhide Sato selaku Managing Partner Beenext mengatakan, Akseleran memiliki visi jangka panjang yang kuat untuk memberdayakan UMKM. Menurutnya, sebagian besar UMKM di Indonesia masih belum terlayani oleh penyedia pinjaman konvensional sehingga sulit tumbuh dan mengembangkan bisnisnya.

“Kami percaya dengan memanfaatkan teknologi ini dapat meningkatkan perekonomian secara signifikan di pasar seperti Indonesia,” kata Teruhide.

Teruhide juga memiliki keyakinan bahwa Akseleran punya kapasitas dan kemampuan yang mumpuni untuk mengimplementasikan visinya kepada jutaan UMKM di Indonesia.

Beenext adalah perusahaan modal ventura berbasis di Singapura yang khusus berinvestasi di perusahaan tahap awal. Perusahaan yang dikelola oleh Teruhide Sato, Hirori Maeda dan Dirk Van Quaquebeke ini aktif berinvestasi di startup di berbagai kawasan seperti India, Asia Tenggara, Jepang dan Amerika Serikat.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Akseleran Mengejar Profitabilitas di 2021 Setelah Raih Pendanaan Seri A dari Beenext appeared first on Tech in Asia.

The post Akseleran Mengejar Profitabilitas di 2021 Setelah Raih Pendanaan Seri A dari Beenext appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: