Press "Enter" to skip to content

Alasan di Balik Keputusan EmasDigi Rebranding Jadi Pluang

Strategi rebranding kerap digunakan perusahaan ketika ingin mengubah atau memperbaharui citra perusahaan, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan. Seperti startup layanan investasi, EmasDigi, yang melakukan rebranding menjadi Pluang pada Agustus 2019.

Langkah rebranding juga biasanya dilakukan perusahaan yang telah cukup lama berdiri sebagai langkah penyegaran agar sesuai dengan misi dan visi terbaru perusahaan. Gojek, misalnya, melakukan rebranding pada logo “pengemudi motor bersinyal” menjadi simbol lingkaran universal yang dinamakan Solv.

Hal itu dilakukan setelah perusahaan menyadari ekosistemnya telah berkembang dan tak terbatas hanya pada jasa transportasi ojek. Logo lama dianggap kurang mewakili seluruh layanan yang ditawarkan Gojek.

Bila dibandingkan Gojek yang melakukan perubahan logo sembilan tahun setelah berdiri, maka strategi rebranding yang dilakukan Pluang di tahun kedua operasionalnya terbilang cukup cepat. Apa yang menjadi latar belakang dan tujuan strategi rebranding yang cukup dini tersebut?

Ekspansi produk EmasDigi

Claudia Kolonas selaku Co-Founder dan CEO Pluang menyatakan pihaknya telah merancang strategi rebranding hingga enam bulan sebelum pengumuman. Menurutnya, strategi itu dilakukan karena perusahaan berencana meluncurkan produk investasi lain selain emas, sehingga manajemen merasa perlu mencari nama lebih representatif untuk berbagai produk baru yang akan ditawarkan.

Kita rebranding karena tidak mau aplikasi kita hanya diasosiasikan dengan emas. Kita juga akan ada produk lainnya, seperti valuta asing dan tabungan berjangka.

Claudia Kolonas,
Co-Founder dan CEO Pluang

Keputusan untuk melakukan rebranding dilakukan setelah manajemen melakukan survei kepada para penggunanya. Hasil survei itu mengungkap ternyata banyak dari para pengguna EmasDigi juga tert