Press "Enter" to skip to content

APEC dan PBB Siapkan Dana hingga Rp284 Miliar untuk Startup Indonesia

APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia menggandeng Badan PBB untuk Pembangunan (United Nations Development Program/UNDP) untuk mengumpulkan pendanaan bagi pengembangan startup di Indonesia. Investasi yang ditargetkan mencapai US$20 juta (sekitar Rp284 miliar) tersebut akan dikucurkan untuk startup yang memiliki tujuan sesuai dengan misi APEC dan PBB.

“Rencananya investasi awal US$3-5 juta (Rp42-71 miliar), dan diharapkan ke depannya bisa leverage (naik) sampai US$15-20 juta (Rp213-285 miliar),” kata Staffer ABAC Indonesia Maria Sutanto kepada Tech in Asia.

Skema pendanaan tersebut akan menjadi bagian dari pembentukan ABAC Indonesia Impact Fund (AIF). Pendanaan akan ditujukan untuk startup di sektor yang sesuai dengan mandat AIF yaitu, pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).

“Misalnya financial inclusion (inklusi keuangan, gender equality (kesetaraan gender), health (kesehatan), economic growth (pertumbuhan ekonomi), dan lain-lain. Jadi fintech, agritech, edutech, healthtech dapat menjadi fokus pertama, namun akan diperluas. Rencananya size pendanaan akan ada di kisaran US$150.000-500.000 (Rp2,1-7,1 miliar).”

Modal dari dana publik, swasta, dan donasi

AIF dirancang menggunakan skema blended finance, yakni menggabungkan dana pengembangan yang berasal dari publik, swasta, dan donasi. Pengukuran dampak sosial dari investasi tersebut akan menggunakan parameter Impact Measurement & Management yang akan difasilitasi oleh UNDP.

Penandatanganan kerja sama ABAC Indonesia dengan UNDP dilakukan pada akhir pekan lalu oleh perwakilan ABAC Indonesia, Shinta W. Kamdani, dan UNDP Acting Regional Director for Regional Bureau for Asia and the Pacific (RBAP), Valerie Cliff, pada acara Leveraging Blended Finance for the Sustainable Development Goal di kantor PBB, New York.

Dalam acara tersebut Shinta menyatakan, “Kerja sama yang telah kami jalin adalah untuk mendukung pencapaian program berkelanjutan Indonesia melalui penyediaan akses investasi sosial (impact fund) bagi UMKM yang sejalan dengan fokus SDG (pembangunan berkelanjutan).

“Diharapkan dengan skema yang telah disusun, mampu menarik lebih banyak investor untuk berkontribusi bagi pengembangan UMKM dan SDGs, di mana dalam memberikan keputusan investasi tidak hanya mempertimbangkan dari segi financial sustainability saja, namun juga pengukuran dampak sosial,” kata Shinta.

Sementara Kepala UNDP Achim Steiner menyatakan kemitraan inovatif dengan swasta akan menopang terciptanya ekosistem keuangan domestik dan internasional. “Saat ini sistem keuangan global tidak menyalurkan aliran keuangan secara efektif menuju investasi untuk pembangunan berkelanjutan. Karena itu, reorientasi sebagian kecil dari stok aset finansial global akan mempercepat SDGs, seberapa pun kecilnya,“ ujar Steiner.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post APEC dan PBB Siapkan Dana hingga Rp284 Miliar untuk Startup Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.