Press "Enter" to skip to content

Arahan untuk Penanganan Terintegrasi COVID-19 di Provinsi Aceh, 25 Agustus 2020, di Posko Penanganan dan Penanggulangan COVID-19, Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur, kepada Bapak Wali Nanggroe yang saya hormati, Ketua DPRA dan seluruh Bupati, Wali Kota, serta seluruh Gugus Tugas, dokter, perawat, tokoh masyarakat, relawan, dan tentu saja TNI dan Polri, Pangdam dan Kapolda, yang telah bekerja keras, semuanya bekerja keras tak kenal waktu dalam rangka mengendalikan COVID-19 di Provinsi Aceh.

Kita tahu sampai hari ini di dunia ada 23,8 juta kasus, 23,8 juta kasus di 215 negara, hampir semua negara kena. Dan kematian di seluruh dunia sampai hari ini ada 816.000 yang meninggal. Kita semuanya patut bersyukur, alhamdulillah bahwa di Aceh kasus sampai hari ini, saya tadi mendapat laporan dari Pak Gubernur 1.241 kasus, ini masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus baru 30 dan yang sembuh 191. Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pak Pangdam, Kapolda, agar Gubernur di-back-up betul, yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah sering saya sampaikan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumunan, berdesakan. Ini harus diulang-ulang terus ke masyarakat.

Kita tahu betapa sangat bahayanya kalau kita enggak pakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak. Kedisiplinan protokol jadi kunci sebelum yang namanya vaksinasi nanti dilakukan. Insyaallah ini kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab, dari China totalnya 290 juta vaksin yang kita harapkan nanti insyaallah sebagian besar diproduksi di Indonesia, sebagian diproduksi di luar negeri. Saya harapkan nanti, insyaallah nanti di bulan Januari sudah mulai kita vaksinasi.

Oleh sebab itu, kembali lagi bahwa ancaman COVID-19 ini belum berakhir. Saya harapkan manajemen krisis betul-betul dilakukan di setiap unit manajemen. Kalau mau membuka sebuah wilayah tolong ada yang pertama prakondisi, ini dilakukan terlebih dahulu prakondisi, jangan langsung tahu-tahu dibuka. Entah mau membuka tempat wisata atau mau membuka di sebuah sektor tertentu. Yang kedua, setelah prakondisi, yang kedua timing-nya, cari timing yang pas dan tepat betul. Jangan tahu-tahu besok pagi dibuka, misalnya. Ada timing-nya, ada kalkulasinya. Yang ketiga, prioritas sektor. Ini penting sekali, sektor mana yang didahulukan. Yang memiliki risiko paling rendah buka dulu, yang memiliki risiko paling tinggi buka nanti yang paling akhir atau enggak usah dibuka terlebih dahulu. Kalau ini secara ketat kita kerjakan, insyaallah yang namanya angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil, diperkecil, dan kemudian bisa hilang dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Saya titip juga selain urusan yang berkaitan dengan kesehatan, yang berkaitan dengan urusan ekonomi. Ini gas dan remnya harus dikendalikan betul oleh Pak Gubernur dan seluruh jajarannya. Karena memang semua negara mengalami, produksi terganggu, suplai terganggu, demand terganggu, semuanya terganggu, semuanya. Produksi, permintaan, suplai, semuanya terganggu. Oleh sebab itu, ya ekonomi kita memang berada pada posisi yang tidak baik, tetapi semua negara juga mengalami. Apalagi negara-negara yang melakukan lockdown ekonominya sampai minus 17 (persen), minus 21 (persen), minus 20 (persen). Kita alhamdulillah di kuartal I kemarin berada di posisi 2,97 (persen) tapi di kuartal yang kedua karena kita melakukan PSBB, kita jatuh di minus 5,3 persen. Kita harapkan di kuartal III ini insyaallah kita harus lebih naik dari kuartal yang pertama sehingga ekonomi kita bisa kita ungkit untuk naik kembali.

Oleh sebab itu, sekali lagi yang berkaitan dengan bantuan sosial, yang berkaitan dengan stimulus ekonomi tolong Pak Gubernur beserta seluruh Bupati, Wali Kota betul-betul dicek betul. Bansos, kan kita ada lewat BLT Desa, lewat Bansos Tunai, kemudian PKH, kemudian BPNT untuk sembako. Kemudian cek juga masalah subsidi listrik yang digratiskan untuk yang 450(VA) betul-betul di lapangan, benar ndak. Dan kemarin yang terakhir tadi juga sudah saya sampaikan lagi mengenai Banpres Produktif yang kita berikan kepada usaha mikro dan kecil sebesar Rp2,4 juta langsung ke rekening-rekening mereka. Kita berikan ke 12 juta pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semuanya diberikan sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Ini kita harapkan bisa menjadi stimulus ekonomi agar pertumbuhan ekonomi kita kembali normal kembali.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi agar betul-betul angka 1.241 ini dicegah jangan sampai nambah lagi, diisolasi. Dan memang strategi yang paling pas dari beberapa provinsi, kabupaten/kota yang melakukan adalah strategi intervensi berbasis lokal, strategi intervensi berbasis lokal. Jadi PSBB di tingkat kampung, PSBB di tingkat desa itu yang paling gampang untuk dikelola manajemennya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Sekali lagi, terima kasih.
Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

The post Arahan untuk Penanganan Terintegrasi COVID-19 di Provinsi Aceh, 25 Agustus 2020, di Posko Penanganan dan Penanggulangan COVID-19, Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Gus Fik
Follow me