Press "Enter" to skip to content

Bagaimana Content Writer Bekerja dan Kemampuan yang Harus Dikuasai

Hampir semua perusahaan teknologi saat ini memiliki seorang content writer. Tujuannya beragam. Mulai dari kebutuhan marketing, employer branding, hingga untuk keperluan internal perusahaan.

Bentuk konten yang diproduksi para content writer pun semakin variatif. Yang paling banyak ditemui adalah menulis artikel blog untuk memperkuat citra perusahaan di ranah digital. Namun ada juga jenis konten lain seperti newsletter, infografis, hingga menyusun e-book.

Guna mendapat pemahaman mendalam tentang profesi ini, Tech in Asia menemui Kartika Ratnasari selaku Content Writer dari Rumah123. Kartika menjabarkan apa saja yang menjadi objektif kerja seorang content writer, skillset yang penting dimiliki untuk pekerjaan ini, hingga tool yang kerap digunakan.

Tiga objektif utama para content writer

Kartika Ratnasari | Content Writer Rumah123

Kartika Ratnasari, Content Writer dari Rumah123.

Sebagai seorang content writer, Kartika Ratnasari menyadari akan perannya di satu perusahaan. Di Rumah123 tempatnya mengabdi saat ini, ia memiliki tiga objektif utama untuk dilakukan:

1. Meningkatkan traffic dan ranking website

Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya peringkat sebuah website di search engine adalah konten yang berkualitas. Itu sebabnya, peran utama content writer dalam suatu perusahaan adalah meningkatkan traffic dan ranking website di search engine. Caranya dengan memproduksi tulisan-tulisan yang menarik dan SEO friendly secara konsisten. 

“Semakin bagus konten, makin tinggi traffic-nya, makin banyak yang baca, dan makin luas pula eksposur perusahaan,” jelas Kartika.

2. Membangun brand dan menjaga reputasi perusahaan

Tujuan akhir seorang content writer adalah meningkatkan brand awareness dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Kartika mengibaratkan content writer sebagai mulut dari sebuah perusahaan. Perannya sangat penting untuk berkomunikasi ke pihak eksternal.

Itu sebabnya, tulisan yang dibuat harus mampu menyampaikan pesan yang mau disampaikan perusahaan ke konsumen. Value yang dibawa di setiap tulisan juga harus senada dengan value yang diusung oleh perusahaan.

3. Mengedukasi konsumen

Di poin ini, Kartika menekankan perbedaan tanggung jawab antara content writer dengan copywriter.

  • Copywriter perannya lebih ke arah mempersuasi konsumen untuk mencoba produk lalu membelinya.
  • Content writer bertugas mengedukasi konsumen tentang berbagai informasi terkait bisnis perusahaan. Mulai dari manfaat produk, berita terkait tren industri, hingga kultur perusahaan.

Itu sebabnya di Rumah123 Kartika tidak hanya menulis artikel yang ditujukan khusus ke calon konsumen saja. Ia juga menulis artikel yang berisi berbagai informasi seputar industri properti yang bisa bermanfaat bagi para pemerhati properti pada umumnya.

Kartika yakin, dengan menghadirkan konten yang bermanfaat untuk banyak kalangan, ia bisa meningkatkan eksposur Rumah123 dan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata publik.

Kemampuan riset dan pemahaman SEO jadi modal penting

SEO Digital Marketing | Featured

Demi menjalankan ketiga objektif di atas, Kartika menyebut beberapa skill yang harus dikuasai seorang content writer. Yang pertama adalah kemampuan riset dan mengonfirmasi berbagai informasi yang ia terima.

“Kunci dari konten yang berkualitas adalah riset. Data, fakta, opini, dan setiap informasi yang ditulis dalam sebuah konten harus berdasarkan riset,” jelas Kartika. 

Alih-alih membangun reputasi dan kredibilitas perusahaan, merilis artikel yang minim informasi bergizi justru bisa memperburuk kredibilitas perusahaan dan menurunkan loyalitas.

Tulisan yang tidak memiliki value juga bisa membuat pembaca langsung menutup halaman web tanpa membaca isi artikel. Hal ini akan membuat angka bounce rate halaman web perusahaan menjadi tinggi, dan akhirnya berimbas buruk ke peringkat di search engine.

Skill penting kedua adalah kemampuan menjahit berbagai informasi tersebut menjadi sebuah artikel yang SEO-friendly. Ada empat pemahaman SEO dasar yang perlu dipahami seorang content writer, yakni:

  • Research keyword 
  • Menentukan meta data 
  • Menghadirkan readability yang bagus, dan 
  • Backlink building

Sayangnya, sering kali content writer malah terjebak pada situasi ini. Terlalu fokus mengurus SEO bisa jadi malah mengabaikan kedalaman konten dan value yang bisa bermanfaat bagi pembaca.

Sebagus apapun kontennya, enggak akan dapat banyak traffic kalau topiknya tidak sesuai demand pembaca. Tanpa optimisasi yang tepat, konten kita pun akan susah dipahami search engine.

Kartika Ratnasari,
Content Writer Rumah123

Skill berikutnya yang juga penting bagi seorang content writer adalah manajemen waktu. Meskipun terdengar klise, namun Kartika menekankan kemampuan ini sangat penting karena content writer akan selalu berurusan dengan banyak deadline. Ia harus lihai membagi waktu untuk melakukan riset, proses penulisan, hingga mengulik SEO agar semakin apik.

Apalagi biasanya perusahaan menuntut seorang writer untuk menyelesaikan banyak artikel dalam sehari. Jika writer tersebut tidak memiliki manajemen waktu yang baik, ia akan kesulitan mengatur ritme menulisnya dan akhirnya dianggap kurang produktif oleh perusahaan.

Tool yang digunakan dan tiga pilar keberhasilannya

content-writer | rumah123

Seperti profesi lain, content writer juga bisa memanfaatkan berbagai tool yang tersedia untuk membantu mereka menjalankan perannya. Kartika kemudian memberi beberapa tool yang biasa ia gunakan saat meramu konten:

  • WordPress. Merupakan tool CMS yang paling umum dan relatif mudah digunakan. Banyak free tool juga di dalamnya yang bisa diunduh dan mempermudah proses penulisan.
  • Google Analytics: Digunakan untuk melakukan analisis performa konten secara mendalam. Mulai dari page views, unique visitor, bounce rate, hingga session.
  • Ahrefs: Tool SEO yang menjadi andalan Kartika. Bisa digunakan untuk riset keyword potensial yang akan ditarget, analisis perkembangan ranking website, bahkan untuk mempelajari strategi konten dan SEO dari kompetitor.
  • Trello. Digunakan untuk mengatur editorial plan dan memudahkan manajemen waktu.
  • Smallseotools. Digunakan untuk cek plagiarisme. Dengan banyaknya konten baru yang lahir setiap hari, peluang adanya kemiripan dalam penulisan artikel sangan mungkin terjadi. Untuk itu content writer harus rutin memeriksa hasil tulisan mereka agar tidak dianggap duplicate content oleh search engine
  • Google Trends. Untuk mencari tahu topik yang sedang banyak dibahas, mempelajari keyword yang sering dipakai, dan membandingkan performa antar-keyword

Sementara untuk mengukur keberhasilan konten, biasanya Kartika menggunakan tiga hal berikut sebagai tolok ukurnya :

1. Jumlah pengunjung atau pembaca artikel website (page views)

Sebuah tulisan bisa dikatakan berhasil apabila memiliki jumlah pengunjung di atas rata-rata. Khususnya dari kanal pencarian organik. Jumlah pengunjung yang banyak menunjukkan bahwa artikel tersebut memiliki kualitas SEO yang baik serta mengandung informasi yang berguna.

2. Orisinalitas dan kualitas tulisan

Seorang content writer harus menjunjung tinggi asas orisinalitas dalam hasil kerjanya. Dalam hal ini :

  • Tulisan yang dibuat haruslah ide sendiri.
  • Memiliki tingkat duplikasi yang sangat minim.
  • Kualitas artikel juga harus baik, di mana judul dan isi artikel harus berkaitan, dan
  • Memiliki informasi berguna yang benar-benar deskriptif, tidak sekadar berita clickbait yang hanya mengejar jumlah pengunjung.

3. Interaksi pembaca (engagement) yang positif

Tulisan yang berkualitas dan memiliki isi yang berbobot tentu akan mengundang interaksi positif dari pembaca. Bisa diukur dari jumlah share dan komentar positif yang ada di setiap artikel. Konten yang berisi dan berbobot biasanya memiliki komentar bernada positif, beda dengan artikel clickbait atau sensasional yang biasanya justru mengundang komentar negatif bernada miring.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Bagaimana Content Writer Bekerja dan Kemampuan yang Harus Dikuasai appeared first on Tech in Asia.

The post Bagaimana Content Writer Bekerja dan Kemampuan yang Harus Dikuasai appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: