Press "Enter" to skip to content

Bagaimana Vision AI Mereplikasi Kemampuan Penglihatan Manusia untuk Berbagai Industri

Jika kamu mencermati serial kartun Spongebob Squarepants, ada satu komputer cerdas yang jadi partner Plankton. Namanya Karen, sebuah komputer super yang mampu melakukan segala hal, mulai dari berkomunikasi, melakukan kalkulasi, menganalisis, hingga membuat perencanaan.

Plankton memanfaatkan kecerdasan Karen untuk mewujudkan ambisinya; mencuri resep rahasia dari Krusty Krab. Hanya dengan pindaian sesaat, Karen mampu menganalisis komposisi berbagai benda di sekitarnya, termasuk burger legendaris itu.

Mengesampingkan komputer yang dapat beroperasi di dalam air, hal yang biasanya hanya jadi khayalan di film kartun seperti Spongebob Squarepants pun mulai dikembangkan di dunia nyata. Meski masih jauh dari sempurna, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai banyak diterapkan di kehidupan sehari-hari, meski belum secanggih Karen.

Memahami artificial intelligence

Secara sederhana, AI merupakan program yang memungkinkan komputer untuk berpikir cerdas seperti—atau lebih dari—manusia. Dengan AI, komputer dapat berpikir, melakukan analisis, mengambil keputusan, hingga memecahkan masalah selayaknya manusia.

Seorang ahli matematika yang hidup pada masa perang dunia kedua, Alan Turing, adalah salah satu pelopor teknologi ini. Dikenal karena turut berpartisipasi memecahkan kode Enigma yang dikembangkan militer Jerman, hingga dianggap berhasil mempersingkat waktu perang dunia kedua, Turing juga memperkenalkan Turing Test untuk menguji kecerdasan mesin.

Seiring dengan teknologi komputer yang makin berkembang, kehadiran AI makin dekat dengan keseharian manusia. Kamu mungkin telah familier dengan chatbot, produk AI yang cukup populer saat ini. Chatbot merupakan salah satu wujud terapan AI dari cabang natural language processing (NLP).