Press "Enter" to skip to content

Cara Perusahaan Modal Ventura Bersaing di Pasar Asia Tenggara

Menurut perkiraan PitchBook, dana investasi yang dihimpun oleh perusahaan modal ventura telah meningkat hingga 11 kali lipat dalam 6 tahun terakhir di Asia Tenggara.

Jumlah kompetitor telah meningkat di seluruh level, seiring investor-investor besar berskala global (Naspers, Founders Fund, GGV Capital, Vulcan Capital, dan lainnya) menajamkan fokus pada wilayah ini. Perusahaan dan para founder lokal terkemuka merespons dengan:

  • Membangun inisiatif pendanaan sendiri (Tanglin Ventura Partners, Asia Partners, Insignia, etc.), atau
  • Melipatgandakan dana kelolaan dengan jumlah lebih besar (Strive, Vickers, Golden Gate Ventures, Openspace, dan lainnya).

Saya menghabiskan sembilan bulan terakhir berpergian ke Asia Tenggara, Eropa, dan Bay Area, berbicara dengan para investor untuk memahami di mana posisi kita saat ini, serta bagaimana perusahaan modal ventura itu sendiri mengalami transformasi di seluruh dunia guna menghadapi peningkatan jumlah pemain.

Strategi adaptasi perusahaan modal ventura

Secara fundamental, perusahaan modal ventura bertujuan mengalokasikan dana ke perusahaan-perusahaan dengan performa baik. Para investor punya tiga pilihan agar unggul dalam kompetisi:

  • Memberi nilai tambah,
  • Memperoleh sumber dana dengan lebih baik, atau
  • Membangun inisiatif sendiri.

Saya mencari tahu tentang faktor-faktor pembeda tersebut, dan jenis pendanaan apa yang diterapkan dalam masing-masing strategi, lalu menulis uraiannya di bawah ini.

Membangun komunitas

Bisnis yang dijalani oleh perusahaan modal ventura berkutat di seputar asimetri informasi. Siapa yang diam-diam membangun startup terbaik? Di mana calon pengusaha sukses berada? Bagaimana perusahaan modal ventura jadi yang pertama dipikirkan para founder startup saat hendak menggalang dana?

Perusahaan investasi membangun komunitas di mana para pengusaha bisa mencari dukungan dan orang-orang yang punya pola pikir sama. Sebagai gantinya, komunitas ini berfungsi jadi tempat menghasilkan prospek investasi potensial, serta membangun reputasi perusahaan sebagai pemimpin terdepan dalam bidangnya.

Spark Capital menerapkan cara ini lewat Spark Sessions, dan CRV menggunakan grup Accelerated Slack, yang kebanyakan berisi para mahasiswa, untuk mendapatkan informasi terkait tren konsumen di kalangan Generasi Z.

Membangun bisnis

Jika kamu tidak dapat menemukannya, maka bangunlah. Prinsip ini telah diterapkan oleh beberapa perusahaan modal ventura yang menguasai sejumlah faktor penting dalam menciptakan perusahaan sukses:

  • Akses ke sumber daya manusia,
  • Modal, dan
  • Pemahaman tentang apa yang perlu dibangun.

Sejumlah perusahaan, seperti Rocket Internet, telah membangun dan menjual bisnis bernilai jutaan dolar seperti Lazada. Perusahaan modal venturaini cenderung mengusai sebagian besar saham perusahaan di portofolionya.

Selain itu, perusahaan modal ventura seperti Insignia Ventures Partners dan East Ventures telah bekerja sama dengan para founder dengan ide awal yang menjanjikan, menyediakan modal awal, serta mengintegrasikan anggota masing-masing sebagai bagian dari pemimpin startup dalam portofolionya. Melalui pendanaan ini, mereka biasanya terlibat lebih jauh sebagai investor dalam putaran lanjutan, serta memiliki saham besar (meski bukan sebagai pemilik saham mayoritas) dalam startup.

Bekerja dengan cara serupa (meski dalam jangka waktu yang lebih pendek), program-program seperti Antler, Entrepreneur First, dan Surge berkolaborasi dengan founder secara individual untuk membantu mereka menemukan co-founder dan pendanaan tahap awal, tanpa jaminan bakal memberi investasi tambahan. Namun setelah program selesai, para pendiri biasanya dibiarkan membangun perusahaan masing-masing, dengan beberapa dukungan dari investor mereka.

Mengurai nilai tambah yang bisa diberikan

Ada dua cara utama yang digunakan perusahaan modal ventura untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di antara para kompetitor lainnya, yaitu:

  • Dana, dan
  • Dukungan lainnya.

Banyak perusahaan modal ventura, terutama di Amerika Serikat dan Eropa, mengembangkan teori khusus dan dikenal di pasar karena pengetahuan dan kemampuan mereka memberikan bantuan dan modal bagi suatu ceruk pasar. Point Nine Capital dan Redpoint adalah contoh yang baik, dengan pengetahuan mengenai kategori spesifik software-as-a-service.

Nilai tambah berupa dana

Para founder startup menyukai dua hal dari investor:

  • Jika mereka bisa cepat menanamkan modal, dan
  • Bisa diandalkan dalam memberikan dukungan modal bagi startup.

Berinvestasi dengan cepat membutuhkan penyederhanaan proses penanaman modal pada umumnya, entah itu dengan menggunakan pendekatan algoritme/checklist, atau membangun portofolio dengan sengaja.

Metode kuantitatif dan checklist

Tak dapat dipungkiri, pendekatan investasi secara kuantitatif pasti bakal mengusik bisnis perusahaan modal ventura. Cuitan CEO CircleUp Ryan Caldbeck di Twitter tentang metode ini telah mengusik cara perusahaan ventura berinvestasi di industri produk konsumen kemasan.

Dengan menerapkan automasi pada proses penilaian untuk jumlah data yang besar, seperti informasi tentang kinerja perusahaan (Google Analytics, keuangan, penggunaan cloud, dll.), perusahaan modal ventura dapat mengambil keputusan pendanaan hanya dalam hitungan hari, atau bahkan menit.

Perusahaan pembiayaan seperti Clearblanc dan Brex juga terjun dalam bisnis ini, dan kemungkinan akan bersaing dengan perusahaan modal ventura dalam menyediakan modal untuk startup.

Di sisi lain, pendekatan checklist mengesampingkan kriteria yang jelas dan terbatas dalam berinvestasi, biasanya berdasarkan filter kualitatif. Misalnya, Alumni Venture Group melakukan cuma mau menyuntikkan modal hanya dengan investor-investor top, serta tidak menegosiasikan persyaratan, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan investasi dengan cepat.

Contoh lain: Correlation Ventures menggunakan data untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan top berdasarkan berbagai metrik (termasuk data mengenai investor sebelumnya dan yang berjalan) untuk mengambil keputusan berinvestasi hanya dalam waktu dua hari.

Membentuk portofolio

Strategi ini mengandalkan fakta bahwa imbal investasi yang tinggi bergantung pada sebagian besar pendanaan lain yang gagal. Teori investasi dari 500 Startups dan Hustle Fund mencerminkan hal ini.

Alih-alih mengoptimalkan upaya untuk menemukan satu atau dua perusahaan yang akan menjadi unikorn, mereka melakukan pendanaan secara luas ke ratusan perusahaan.

Mereka melakukannya pada tahap awal dan dengan jumlah pendanaan yang kecil. Mereka lalu menunggu untuk melihat apakah ada keberhasilan yang signifikan, dan melipatgandakan pendanaan bagi yang potensial.

Metode ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa hasil terbaik akan didapat dengan berinvestasi sebanyak-banyaknya di berbagai perusahaan. Cara ini juga berpotensi lebih sukses dibanding perusahaan modal ventura lain yang berkinerja biasa saja.

Keandalan

Beberapa perusahaan modal ventura menganggap dirinya sebagai “investor dalam siklus hidup”. Mereka bisa mendukung kebutuhan pendanaan para pendiri, mulai dari tahap awal hingga melakukan penawaran saham perdana.

Argumen mereka adalah bahwa hal ini memungkinkan para founder startup untuk fokus menjalankan bisnis masing-masing, karena investor mereka memiliki kemampuan dan modal untuk mendukung di setiap tahap jalan. Cara ini dapat meningkatkan hubungan investor dengan startup dari waktu ke waktu.

Investor yang menopang siklus hidup suatu startup juga punya fleksibilitas dalam hal jumlah pendanaan, valuasi, dan hak terkait perjanjian investasi. Di Asia Tenggara, dana ventura jenis ini meliputi SoftBank Ventures Asia, GGV Capital, Global Founders Capital, dan Sequoia Capital.

Nilai tambah berupa dukungan lainnya

Kepemilikan data terbatas

Karena bisnis perusahaan modal ventura berkutat di seputar asimetri informasi, akses ke data terbatas adalah suatu keunggulan yang krusial, meski sulit diukur dari satu perusahaan ke perusahaan modal ventura lainnya.

Informasi tersebut dapat mencakup data yang bermanfaat untuk penggalanganan dana, jaringan yang relevan, validasi pasar, serta lebih banyak lagi terkait data operasional seperti penetapan target/sasaran.

Kamu ingin perusahaan modal ventura untuk memberitahu, “Biaya akuisisi pelanggan kamu harus jadi XYZ di tahap ini di pasar ini,” atau “Efisiensi penjualan kamu perlu ditingkatkan menjadi X persen bila dibanding dengan data dari portofolio dan perusahaan lain yang kami amati.”

Penasihat strategis

Semua investor memberi nilai tambah bagi portofolionya dan para founder yang tergabung di dalamnya. Namun, beberapa memegang posisi strategis terutama karena mereka mempunyai pengetahuan di bidang khusus.

Chinaccelerator SOSV, khususnya, memiliki keahlian khusus dalam menangani startup yang ingin masuk ke pasar Cina. HAX yang juga salah satu program SOSV, dan perusahaan lain seperti TNB Aura, menyediakan layanan khusus dalam industri perangkat keras, area yang sangat sulit untuk perusahaan modal ventura.

Perusahaan modal ventura secara tradisional memainkan peran penting di sini, karena mereka memiliki akses ke saluran distribusi, keahlian, dan unit bisnis dari induk perusahaan yang lebih besar.

Ketika ekosistem Asia Tenggara tiba di tahap matang, dana internasional yang terkenal seperti Founders Fund, Naspers, dan SoftBank Asia Ventures akan mendapat keuntungan. Mereka bisa bertindak sebagai jembatan informasi dan jaringan model bisnis global, serta jaringan yang bakal punya relevansi tinggi dengan kawasan ini.

Di luar Asia Tenggara, dan khususnya di Amerika Serikat, sejumlah perusahaan modal ventura telah membuka ceruk pasar tertentu untuk melayani model bisnis yang sangat spesifik. Tusk Ventures fokus pada startup yang berupaya mengusik industri dengan regulasi ketat (layanan berbagi transportasi, asuransi, dll.), serta bekerja sama dengan kelompok pelobi dan politisi untuk membantu portofolionya.

Di lain pihak, Unshackled Ventures fokus menyediakan jasa konsultasi terkait imigrasi dan bantuan aplikasi visa untuk mendukung para founder startup untuk mendapatkan akses ke pasar AS.

Merek

Pada tahap awal, ketika startup tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan tentang diri mereka, persepsi bisa menjadi segalanya.

Beberapa perusahaan sangat bergantung pada validasi dari luar, seperti tabel kepemilikan sahamnya, untuk meyakinkan investor lain, calon karyawan senior, serta klien korporat tentang legitimasi bisnisnya.

Bantuan operasional

Perusahaan modal ventura mulai bekerja lebih dekat dengan perusahaan dalam portofolionya untuk membantu perusahaan tersebut membangun bagian-bagian tertentu dari organisasi masing-masing.

Perusahaan modal ventura a16z terkenal sebagai pelopor model ini, dengan seluruh tim berkolaborasi dengan portofolionya mengatur berbagai fungsi perusahaan tersebut. Antara lain, mereka juga menyelenggarakan acara networking di kantornya untuk startup dan perusahaan besar.

Dalam semangat yang sama, perusahaan modal ventura seperti Openspace Ventures dan Sequoia Capital mempekerjakan orang untuk membantu portofolio masing-masing merancang strategi dan menjalankan operasional perusahaan.


Ketika persaingan terus memanas, terutama dengan kehadiran perusahaan-perusahaan terkenal berskala global yang merangsek ke pasar yang sebelumnya dikuasai oleh para pemain regional, saya berharap perusahaan modal ventura bakal makin bersaing dalam satu atau lebih cara di atas.

Perkiraan saya hambatan utama bagi kawasan Asia Tenggara masih saja terkait talenta dan pasar yang terpecah-pecah, perusahaan modal ventura akan makin memosisikan diri sebagai penasihat strategis untuk suatu pasar yang spesifik, atau akan beralih ke membangun perusahaan dari awal (suatu celah yang telah saya tulis sebelumnya).

Bagaimanapun juga, industri modal ventura yang baru lahir di kawasan ini akan mengubah dirinya sekali lagi, mengarah ke masa depan yang menyenangkan. Dengan sumber modal yang berlimpah, ini adalah saat yang tepat untuk menjadi founder startup di Asia Tenggara.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Fairuz Rana Ulfah sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Cara Perusahaan Modal Ventura Bersaing di Pasar Asia Tenggara appeared first on Tech in Asia.

The post Cara Perusahaan Modal Ventura Bersaing di Pasar Asia Tenggara appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: