Press "Enter" to skip to content

Carsome Mengejar Profitabilitas di Indonesia dan Thailand Lewat CFO Baru

Carsome, platform marketplace mobil bekas di Asia Tenggara, mengumumkan penunjukan Juliet Zhu sebagai Chief Financial Officer (CFO) sejak 1 Januari 2020. Zhu diyakini bisa membantu memperkuat posisi Carsome di Asia Tenggara, sekaligus meraih target profitabilitas di tahun ini.

Carsome sejauh ini telah meraih keuntungan dari operasionalnya di Malaysia. Startup tersebut selanjutnya menargetkan dapat meraih keuntungan operasional di Indonesia dan Thailand pada akhir 2020.

Zhu punya pengalaman di bidang strategi pertumbuhan dan perencanaan modal. Sebelumnya dia bekerja untuk berbagai perusahaan modal ventura ternama seperti Fozun RZ Capital, yang berada di bawah naungan Fosun Group asal Hongkong, serta Jubilee Capital Management dan Cento Ventures di Asia Tenggara.

Co-Founder dan CEO Carsome Eric Cheng mengaku telah mengenai Zhu sejak 2016. Dia menyebut kehadiran Zhu ke perusahaannya akan turut membawa kepemimpinan dan pemikiran strategis ke dalam tim. Serta membawa platform Carsome ke posisi yang lebih baik di Asia Tenggara.

“Kami sangat antusias menyambut Zhu. Dia tahu banyak hal mengenai Carsome dan memiliki wawasan yang baik soal industri mobil bekas. Dia juga tahu para pemain di ekosistem ini khususnya di Cina, India, Amerika Serikat dan Eropa,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Zhu menyatakan, saat masih bersama dengan Fosun RZ Capital, dia telah membuat perbandingan menyeluruh mengenai peluang setiap sektor dan model bisnis di Cina, Amerika Serikat, India dan Asia Tenggara. Menurutnya, pasar mobil bekas di Asia Tenggara merupakan salah satu industri yang memiliki peluang bisnis paling menjanjikan namun belum banyak dilirik.

Juliet Zhu, Chief Financial Officer, Carsome

“Industri mobil bekas merupakan salah satu dari sedikit ruang di Asia Tenggara yang sebanding dengan ukuran Cina, di mana terdapat lebih dari US$100 juta (sekitar Rp1,4 triliun) potensi pasar yang belum tersentuh dalam hal penjualan dan pembiayaan saja,” ujarnya.

Sekedar catatan, pada November 2019, Carsome bermitra dengan platform peer-to-peer lending asal Malaysia bernama Funding Societies Malaysia. Lewat kerja sama ini, perusahaan menawarkan pembiayaan hingga US$200 juta (setara Rp2,7 triliun) untuk para penjual dan pembeli mobil bekas skala lokal.

Desember 2019, Carsome kembali menghimpun pendanaan Seri C senilai US$50 juta (sekitar Rp684 miliar) dari sejumlah investor, seperti   MUFG Innovation PartnersDaiwa PI PartnersEndeavor Catalyst, and Ondine Capital. Pendanaan terakhir itu membuat total dana yang dihimpun Carsome menyentuh angka US$85 juta atau kurang lebih Rp1,1 triliun.

Industri mobil bekas memang menjadi salah satu sektor yang tengah tumbuh di Indonesia dan Asia Tenggara. Selain Carsome, saat ini terdapat beberapa marketplace mobil bekas yang beroperasi di Indonesia. Mereka memiliki berbagai skema bisnis mulai dari B2B hingga C2C.

Aksi korporasi juga cukup ramai mewarnai vertikal ini tahun lalu. Salah satunya adalah akuisisi iCar Asia atas Carmudi Indonesia senilai US$3 juta (Rp42 miliar), dan akuisisi Carro atas marketplace Jualo.com. Dalam hal pendanaan, Tech in Asia mencatat setidaknya terdapat tiga startup marketplace mobil bekas selain Carsome yang juga memperoleh dana segar dari investor di tahun lalu, antara lain:

  • Mobilkamu yang meraih pendanaan Seri A yang dipimpin East Ventures dan Ganesia Ventures.
  • Carro yang mendapatkan pendanaan Seri B senilai U$30 juta yang dipimpin Softbank Ventures Asia.
  • Belimobilgue yang meraih pendanaan Seri B senilai US$30 juta yang dipimpin oleh Frontier Car Group.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Carsome Mengejar Profitabilitas di Indonesia dan Thailand Lewat CFO Baru appeared first on Tech in Asia.

The post Carsome Mengejar Profitabilitas di Indonesia dan Thailand Lewat CFO Baru appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: