Press "Enter" to skip to content

Delegitimasi KPU dan Social Revolt Mbah Amin

Menurutnya, narasi kecurangan yang disampaikan kubu Prabowo berpotensi mengancam tatanan yang ada. Sebab, narasi tersebut tak hanya mengarah kepada ketidakpercayaan diri terhadap politik elektoral, namun juga ketidakpercayaan kepada penyelenggara Pemilu dan mekanisme hukum yang ada. Hal ini lantas dapat mendelegitimasi penyelenggaran Pemilu yang ada.

“Ancaman semacam itu juga mengekspresikan sikap mau menang sendiri, yang kini merupakan suatu penyakit dalam politik nasional,” kata Arif ketika dihubungi Katadata, Selasa (9/4). Baca disini.

Politik memang keji, menghalalkan segala macam cara untuk meraih kemenangan. Namun sebagai seorang veteran, Mbah Amin sangat di sayangkan karena sudah kehabisan akal tatkala melihat pihak lawan yang sudah sedemikian kuat, dan tingkah lakunya menuai angin negatif, sehingga menggunakan cara intoleran dalam maksud menggolkan apa yang diinginkan.

Mbah Amin yang sudah uzur lalu memanipulasi DNA dan merendahkan martabat para pahlawan dengan memberikan informasi kebanggaan palsu demi menutupi kebodohan, dan karakter pemarah jagoannya.

Edukasi politik yang baik tidak berjalan, yang ada bagaimana caranya merebut kekuasaan meski harus mencekoki pendukugnya dengan berbagai macam narasi kebencian dan kebodohan.

Rakyat akan bisa melihat, mana emas mana kuningan. Mana sebenarnya pemimpin berkualitas dan mana yang hanya pecatan jendral.

Biarkan tanggal 17 April 2019 menjadi saksi Jokowi menjadi Presiden kedua kali.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: