Press "Enter" to skip to content

Dukung KPU-Bawaslu, Cipayung Plus Jatim Minta Revisi UU Pemilu


SURABAYA – Sebanyak tujuh organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Jatim (HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, KMHDI, dan KAMMI) menyatakan sikap atas hasil pemilu 2019. Mereka menyatakan dukungannya terhadap KPU dan Bawaslu.

Menurut perwakilan kelompok Cipayung Plus Jatim , Abdul Ghoni, Indonesia saat ini sedang dipenuhi kegaduhan politik. ”Para elit politik yang saling klaim kemenangan disebut menjadi penyebab utamanya. Bahkan ada sejumlah elit politik yang disebut menggiring opini bahwa pemilu 2019 gagal terlaksana dengan baik,“ katanya.

Cipayung Plus Jatim mengimbau kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat di Jatim agar menjaga kondusifitas sampai 22 Mei 2019. Pengumuman resmi KPU terkait hasil Pemilu menjadi akhir dari kegaduhan politik. “Kami berharap Jatim tetap kondusif apalagi sebentar lagi memasuki ramadan dan Idul Fitri,” imbuhnya.

Abdul Ghoni menambahkan, perlu adanya revisi undang-undang Pemilu. Terutama, terkait teknis pelaksanaan. Menurutnya, banyaknya petugas yang meninggal dalam Pemilu 2019 harus jadi catatan serius. “Harus lebih baik lagi dalam pelaksanaan Pemilu lima tahun mendatang,” ucapnya.

Dia menegaskan, perlunya revisi undang-undang Pemilu untuk pesta demokrasi 2024. “Mudahan-mudahan revisi undang-undang Pemilu lebih manusiawi agar tidak semakin banyak korban meninggal dunia akibat tenaga dan pikirannya diforsir untuk menghitung suara hasil pemilu,” pungkasnya. (rmt/vga)

(sb/jpg/jay/JPR)



Source

Gus Fik
Follow me

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: