Press "Enter" to skip to content

[Flash] HOOQ Fokus Perbanyak Investasi Konten Lokal dengan Sistem Sindikasi

Inti berita:

  • Pada 3 Oktober 2019, HOOQ meluncurkan kampanye sindikasi produksi konten lokal untuk memperkuat fokus pasar mereka di kawasan Asia Tenggara.
  • Melalui peresmian 19 tayangan film dan serial TV ekslusif, startup penyedia layanan streaming film ini menargetkan produksi hingga seratus konten asli pada kuartal kedua tahun 2020 mendatang.
  • Pendekatan investasi konten ini diyakini penting bagi founder sekaligus CEO HOOQ, Peter Bithos. Menurut Bithos, kunci keberhasilan layanan over the top mereka saat ini terletak pada fokus penggarapan konten bernuansa lokal di empat negara pasar (meliputi Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina).
  • Guna meraup pengguna yang lebih besar, pihak HOOQ juga berniat meningkatkan upaya pemasaran mereka di keempat negara tersebut, tanpa harus bergantung penuh pada putaran penggalangan investor. Di samping itu, mereka juga berniat mengupayakan ekspansi ke  Vietnam dan Malaysia, salah satu negara yang juga menjadi fokus bagi kompetitor mereka, iFlix.
  • Di Indonesia, HOOQ telah menjalin kerja sama dengan beberapa rumah produksi tayangan film dan TV besar seperti Starvision dan MD Entertainment untuk konten lokal eksklusif di platform mereka. Strategi sindikasi serupa juga dilakukan di tiga negara lainnya.

Fakta lainnya:

  • Didirikan pada tahun 2015, HOOQ merupakan startup hasil patungan antara Singtel, Sony Pictures Television, bersama Warner Bros Entertainment. Perusahaan ini terakhir kali mempublikasikan putaran pendanaan mereka di awal 2017 dengan perolehan investasi senilai US$ 25 juta (sekitar Rp333 miliar) dari total keseluruhan modal yang diterima mencapai US$95 juta atau setara Rp1,3 triliun.
  • Pada bulan Februari 2019, HOOQ menjalin kemitraan strategis bersama Grab, di mana pengguna layanan mereka bisa mengakses aneka tayangan video serial dan film yang terdapat dalam aplikasi super-app tersebut.
  • Strategi produksi sindikasi konten lokal dari pelaku bisnis livestreaming tayangan film sebelumnya juga diupayakan oleh iFlix di sela-sela pengumuman putaran pendanaan mereka pertengahan 2017 silam. Dengan modal senilai Rp1,7 triliun, startup asal Malaysia ini juga menggaet beberapa rumah produksi tayangan lokal untuk memperbanyak jenis konten eksklusif berbahasa Indonesia.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post [Flash] HOOQ Fokus Perbanyak Investasi Konten Lokal dengan Sistem Sindikasi appeared first on Tech in Asia.

The post [Flash] HOOQ Fokus Perbanyak Investasi Konten Lokal dengan Sistem Sindikasi appeared first on Tech in Asia Indonesia.