Press "Enter" to skip to content

Galley Ottoman Mampu Menandingi Galley Eropa di Laut Tengah

Galley Ottoman yang ramping mampu mengejar berbagai galley dan galleon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapal galley sudah dibuat sejak zaman Yunani Kuno. Meskipun kerajaan-kerajaan Islam yang tumbuh di pesisir timur Mediterania dan Afrika Utara awalnya bukanlah bangsa pelaut, namun kapal galley menjadi bidang penguasaan mereka sepanjang abad ke-15 sampai abad ke-17.

Kapal galley bajak laut Barbarian yang menghuni pesisir Afrika Utara maupun milik Angkatan Laut Ottoman terkenal sosoknya yang ramping dan lincah, jauh mengalahkan galley Eropa yang lebih tambun dan berat.

Perbedaan lain antara kapal galley Eropa dan Ottoman adalah bangunan kabin di buritan (castle). Kapal galley Barbarian dan Ottoman biasanya tak memiliki bangunan kabin belakang sehingga bobotnya jauh lebih ringan. Kapal galley Barbarian sangat mengandalkan ayunan dayung daripada bantuan tenaga dari layar. Mereka menyukai naik galley dengan maksimal 24 baris pendayung karena mudah dikendalikan.

Satu galley Barbarian biasanya dipenuhi oleh 200 kru yang berjejalan di dek kapal ditambah seratus prajurit yang dipersenjatai senapan musket, panah, dan pedang pada dek depan. Dengan ukuran ramping dan tenaga dayung itulah para Barbarian dan pelaut Ottoman bisa leluasa mengejar berbagai kapal galley dan galleon (kapal layar dua dek) Eropa di sepanjang Laut Tengah, bahkan sampai ke Atlantik. Saking ringan nya, kapal galley Barbarian bisa diusung oleh para awaknya sehingga mudah disembunyikan di darat atau di pindahkan ke pantai lain kala terdesak.

Pendayung galley Barbarian rata-rata bu ak dari Eropa yang ditangkap dari hasil penjarahan kapal mau pun kampung-kampung di pesisir Mediterania. Sebaliknya, kapal-kapal galley Eropa juga digerakkan oleh budak pendayung dari Turki, Spanyol Muslim (Moor), dan orang Eropa yang jadi buron an atau narapidana.

Meskipun mampu menguasai Laut Tengah, namun jumlah kapal galley yang dimiliki kaum Barbarian yang berpusat di Aljazair tampaknya tidaklah terlalu banyak. Barbarossa dan Dragut, dua komandan Angkatan Laut Ottoman, biasanya berlayar dalam skuadron kapal yang kecil. Dalam pertempuran Lepanto, Occhiali hanya mengomandani 15 kapal galley. Pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1581, kaum Barbarian di Aljazair dilaporkan hanya memiliki 36 galleot atau galley. Mereka juga memiliki kapal layar kecil jenis brigantin dengan 14 dayung. Sebagian besar kapal-kapal itu dinakhodai oleh pelarian dari Eropa.

Laporan ini sesuai dengan catatan pendeta Prancis Pierre Dan yang pernah datang ke Aljazair untuk menebus budak Eropa. Dan mengingat bahwa pada 1588 di pelabuhan Aljir ada 35 galley atau brigantin (sebenarnya galleot) yang sebagian besar, kecuali 11 kapal, dikomandani oleh orang-orang asal Eropa.

Ahli topografi Diego de Haedo yang pernah mengunjungi Aljazair mencatat 35 nama kapten kapal Barbarian yang berasal dari Eropa. Beberapa nama di antaranya yaitu Ja’far Pasha (Hungaria), Memi (Albania), Murad (Prancis), Deli Memi (Yunani), Murad Reis (Albania), Feru Reis (Genoa), Murad Maltrapillo dan Yusuf (Spanyol), Memi Reis dan Memi Gancho (Venesia), Murad dari Less (Yunani), Me mi dari Korsika, Memi dari Kalabria, dan Montez dari Sisilia.

Source

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: