Press "Enter" to skip to content

Gelombang 7 meter terjadi di Laut Timor, sebut BMKG

BMKG juga memantau, gelombang laut setinggi 4-5 meter terjadi di Laut Sawu, Samudera Hindia di selatan NTT, perairan laut di selatan Kupang hingga Pulau Rote

Kupang (ANTARA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gelombang setinggi 7 meter saat ini terjadi di Laut Timor sebelah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).


“BMKG juga memantau, gelombang laut setinggi 4-5 meter terjadi di Laut Sawu, Samudera Hindia di selatan NTT, perairan laut di selatan Kupang hingga Pulau Rote,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun EL Tari, Bambang Setiajid kepada ANTARA di Kupang, Rabu.


Selain itu, gelombang setinggi 2.5-3.5 meter terjadi di Selat Sumba, Selat Sape, dan di perairan laut di selatan Pulau Sumba serta kecepatan angin mencapai 40 knot.


Mengenai penyebabnya, dia mengatakan, berdasarkan analisis harian Siklon Tropis TCWC Jakarta terpantau adanya bibit siklon 93S, 93 SINVEST.30kts-1000mb-75S-1283E.


Bibit Siklon 93S dan bibit siklon tropis 93S masih terpantau berada di Laut Banda, selatan Maluku, tepatnya di 7.5 °LS 128.3°BT.


Dengan intensitas menguat dari jam 15 UTC, kecepatan angin 30 knot dan tekanan minimum 1000 hPa.


Sementara pola perawanan menunjukkan pola terorganisir dengan aktivitas konvektif yang menguat dalam 12 jam terakhir.


Konvergensi di lapisan bawah lemah (15-20 knot), divergensi lapisan atas meningkat dibanding jam 15 UTC (20-30 knot).


Ia menjelaskan “shear” vertikal dalam kondisi lemah-sedang dengan kecepatan sekitar 10-20 knot, namun vortisitas lapisan bawah masih cukup kuat.


Berdasarkan model WRF dan IFS, sistem ini bergerak ke arah selatan – barat daya dan berpotensi untuk mencapai intensitas siklon tropis dalam enam jam ke depan, demikian Bambang Setiajid.




Baca juga: Bibit siklon tropis tumbuh di Laut Timor



Baca juga: Waspadai dampak Siklon Riley di selatan perairan Laut Timor, kata BMKG

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Source

Gus Fik
Follow me

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: