Press "Enter" to skip to content

Google for Indonesia 2020 (secara virtual), 18 November 2020, dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju, jajaran Eksekutif Google Global Asia-Pasifik dan Indonesia,;
Yang saya hormati para pelaku UMKM, para pelaku industri start-up, pengembang aplikasi, content creator;
Yang saya hormati para Dosen, Guru, Mahasiswa, dan Pelajar;
Hadirin dan Undangan yang berbahagia.

Krisis yang sedang kita hadapi ini jangan kita ratapi, jangan pula sekadar kita hadapi. Krisis ini harus kita manfaatkan untuk melakukan transformasi besar-besaran untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan. Ini adalah kesempatan untuk mengejar ketertinggalan kita di saat banyak negara maju mengalami kemunduran, kesempatan untuk membenahi berbagai kelemahan fundamental, kesempatan untuk mengeksekusi strategi besar kita.

Salah satu momentum yang bisa kita manfaatkan adalah percepatan pengembangan ekonomi digital. Potensi pasar digital Indonesia tumbuh sangat menjanjikan. Penetrasi pasar internet setiap tahun meningkat sangat signifikan. Infrastruktur digital juga telah dibangun menjangkau seluruh pelosok negeri.

Saya yakin ekonomi digital akan bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru. Sektor UMKM juga masih sangat potensial untuk dikembangkan. Ada 64 juta UMKM, baru 8 juta atau 13 persen saja yang terintegrasi dengan teknologi digital. Jika seluruhnya terintegrasi dengan teknologi digital, pertumbuhannya akan semakin besar.

Hadirin yang saya hormati,
Ekonomi digital bisa tumbuh dengan cepat jika didukung ekosistem usaha yang kondusif. Untuk itu kita telah melakukan reformasi regulasi besar-besaran melalui Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Dengan Undang-Undang Cipta Kerja, UMKM akan lebih mudah membuka usaha baru. Regulasi yang rumit menjadi lebih sederhana, proses perizinan diintegrasikan, dibuat simpel dan transparan dengan bantuan teknologi. Perbaikan ekosistem usaha akan terus dilakukan, bukan hanya dalam penyederhanaan perizinan tapi juga akses pada pembiayaan. Pemerintah telah mempermudah akses UMKM mendapatkan kredit usaha dengan bunga yang semakin rendah, dengan persyaratan-persyaratan yang tidak memberatkan, terutama bagi start-up yang baru membuka usaha.

Percepatan ekonomi digital juga membutuhkan sokongan lebih banyak digital talent. Kita perlu lebih banyak lagi software developer, kita perlu lebih banyak lagi product designer,  dan kita juga memerlukan dukungan content creator sebanyak-banyaknya. Karena itu, pengembangan SDM IT tidak bisa ditunda-tunda lagi. Kita butuh lebih banyak pelatihan-pelatihan untuk mengasah kemampuan SDM IT, sehingga mampu menutupi kebutuhan sembilan juta talenta digital nasional hingga tahun 2035. Untuk memenuhi target sembilan juta talenta digital nasional tersebut tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah tapi harus dilakukan bersama-sama, baik oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta.

Hadirin yang saya hormati,
Kita juga perlu terus meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan masyarakat, terutama generasi muda agar menggunakan internet dengan baik, aman, bertanggungjawab, bebas dari misinformasi dan disinformasi, memerangi hoaks/berita bohong. Literasi digital yang baik akan mendorong pemanfaatan teknologi digital ke arah yang positif; meningkatnya produktivitas, pembelajaran jarak jauh, mendorong kegiatan sosial, filantropi, penggalangan donasi untuk kemanusiaan, meningkatkan gerakan kepedulian, solidaritas, dan gotong royong.

Saya berharap berbagai inisiatif seperti Google for Indonesia 2020 akan terus bermunculan untuk berkontribusi bagi pengembangan SDM di bidang IT Indonesia, membantu UMKM mengembangkan bisnis dan mampu naik kelas. Bangkit dan maju bersama untuk Indonesia maju.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

The post Google for Indonesia 2020 (secara virtual), 18 November 2020, dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Gus Fik
Follow me
%d blogger menyukai ini: