Press "Enter" to skip to content

Grab Mulai Operasikan Mobil Listrik di Indonesia

Grab Indonesia mulai mengoperasikan taksi online berbasis mobil listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Sebanyak 20 unit mobil Hyundai IONIC EV dioperasikan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin 27 Januari 2020. GrabCar Elektrik ini rencananya akan menjadi 500 unit hingga akhir 2020.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata berkata, GrabCar Elektrik ini merupakan bentuk dukungan mereka terhadap terciptanya ekosistem EV di Indonesia. Niat Grab menghadirkan mobil listrik di Indonesia memang telah disampaikan saat mereka memperoleh investasi Rp28 triliun dari SoftBank tahun lalu.

“Kami ingin menjadi salah satu pendorong yang menginisiasi kolaborasi bersama untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih efisien dan juga ramah lingkungan,” kata Ridzki.

Langkah Grab ini dianggap Ridzki sebagai dukungan bagi pemerintah Indonesia yang menarget 2 juta kendaraan listrik beroperasi di 2025 mendatang. Hal tersebut juga sejalan dengan roadmap ekosistem kendaraan listrik yang mereka rilis pada Desember 2019 lalu.

Grab menghadirkan mobil listrik di Indonesia berkolaborasi dengan Hyundai Motor. Pada November 2018, Grab dengan Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporations telah meneken komitmen pendanaan tambahan senilai US$250 juta (sekitar Rp3,5 triliun) untuk proyek percontohan kendaraan listrik di Asia Tenggara.

President Director of Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha berkata, kolaborasi dengan Grab sejalan dengan visi pemerintah Indonesia terkait mobilitas masa depan. “Ini bentuk dukungan kami. Saya berharap pelanggan Grab di Indonesia dapat menikmati kenyamanan mengendarai mobil elektrik yang ramah lingkungan,” katanya.

Sebagai perkenalan, Hyundai IONIQ Electric yang dipakai sebagai GrabCar Elektrik akan dipamerkan di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 27 Januari hingga 27 April 2020. Grab juga memperluas kampanye peduli lingkungan dan menurunkan emisi gas rumah kaca bersama World Resource Institute Indonesia.

Tarif lebih mahal 15 persen

Dalam mengoperasikan mobil listrik sebagai sarana taksi online di Indonesia, Grab membutuhkan upaya lebih. Tidak cukup dengan hanya menggandeng Hyundai Motor sebagai penyedia armana, mereka juga mengambil beberapa langkah startegis. Seperti:

  • Menerapkan skema sewa kendaraan bagi mitra pengemudi yeng telah diseleksi. Tapi Grab juga tengah menggodok skema lain yang lebih relevan.
  • Menetapkan tarif 10-15 persen lebih mahal dibanding tarif taksi online bermesin konvensional. Hal ini sebagai upaya menutup biaya operasional kendaraan listrik yang masih terbilang tinggi.
  • Menggandeng PT PLN (persero) untuk pengembangan proyek kendaraan listrik ini termasuk mempersiapkan sarana pengisi daya (charging station) Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Tapi selain Grab yang menandatangani nota kesepahaman dengan PLN, beberapa perusahaan transportasi lainnya juga turut serta, seperti Gojek, Blue Bird, Transjakarta, PT Mobil Anak Bangsa (MAB), dan Bakrie Autoparts.

Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya dengan merilis beberapa aturan terkait pengembangan kendaraan listrik. Misalnya:

  • Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 menyebut kendaraan listrik sebagai andalan untuk mewujudkan penggunaan energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta target penurun emisi gas rumah kaca hingga 29% pada 2030.
  • Pemerintah provinsi DKI Jakarta juga merilis aturan yang membebaskan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kendaraan listrik diharapkan bisa menjadi solusi mobilitas dengan konsep smart cities. “Hadirnya GrabCar Elektrik selangkah lebih maju untuk mencapai target menghadirkan 2 juta unit EV di Indonesia,” kata Budi.


(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Grab Mulai Operasikan Mobil Listrik di Indonesia appeared first on Tech in Asia.

The post Grab Mulai Operasikan Mobil Listrik di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: