Press "Enter" to skip to content

Gredu Target Digitalisasi 600 Sekolah Setelah Raih Pendanaan Pra-Seri A

Gredu, perusahaan teknologi di bidang pendidikan milik PT. Sumber Kreatif Indonesia mengumumkan telah mendapat pendanaan Pra-Seri A dari Vertex Ventures, salah satu unit modal ventura dari Temasek Holding Singapura.

Investasi yang tidak disebutkan nominalnya tersebut membuat langkah Gredu lebih mudah. Sebelumnya mereka juga sudah pernah mengantongi pendanaan dari angel investor dan GWC Innovator Fund.

Rizky Anies selaku CEO Gredu menyebut, dana yang dikantongi tersebut akan digunakan untuk pengembangan fitur dan produk, serta mendukung kegiatan sosialisasi produk ke berbagai institusi pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga Januari 2020, Gredu telah bekerja sama dengan lebih dari 200 sekolah, baik negeri maupun swasta. Rizky menyatakan, pihaknya menargetkan angka tersebut bisa tumbuh menjadi 600 sekolah hingga akhir 2020 nanti.

Berbeda dengan para pemain edtech lain yang fokus menyediakan konten edukasi, Gredu menghadirkan platform digital yang memudahkan berbagai pekerjaan administratif guru. Mulai dari mengisi dan mengolah daftar kehadiran siswa, menyusun laporan harian, hingga menyusun silabus.

Saat ini, Gredu memiliki empat produk utama:

  • School Management System : Merupakan sebuah aplikasi administrasi untuk mengakses, mengolah, dan menyajikan data dengan lebih ringkas. Solusi terbaik untuk meringankan beban kerja administrasi sekolah.
  • Gredu Teacher : Aplikasi khusus yang mempermudah guru dalam memantau kehadiran murid, membuat soal ujian sekaligus menilainya, serta membuat beragam perencanaan aktivitas untuk setiap kelas yang dipegang.
  • Gredu Parent : Aplikasi untuk orang tua agar dapat terus mengikuti perkembangan pembelajaran serta aktivitas yang dilakukan oleh murid di sekolah, baik terkait nilai ujian, daftar kehadiran, dan rekomendasi yang diberikan secara langsung oleh guru.
  • Gredu Student : Dapat diakses melalui web maupun ponsel, murid dapat melihat nilai, kehadiran, serta jadwal aktivitas pembelajaran dengan cepat. Murid juga dapat menemukan berbagai ​e-book ​yang menunjang pelajaran.

Untuk keempat produk tersebut, Gredu menerapkan skema berlangganan (subscription) sehingga pihak sekolah bisa memilih layanan apa yang ingin gunakan.

“Kami gunakan (skema) adaptive pricing disesuaikan dengan kemampuan sekolah,” ujar Rizky. 

Nantinya tim Gredu juga akan membantu sekolah, guru, orang tua, dan murid menggunakan aplikasi sehingga proses onboarding bisa berjalan lancar. Mereka juga akan terus membuka pendanaan tambahan untuk memperbaiki fitur dan produk yang telah ada.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Gredu Target Digitalisasi 600 Sekolah Setelah Raih Pendanaan Pra-Seri A appeared first on Tech in Asia.

The post Gredu Target Digitalisasi 600 Sekolah Setelah Raih Pendanaan Pra-Seri A appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: