Press "Enter" to skip to content

[Infografik] Implementasi dan Tantangan Kecerdasan Buatan di Indonesia

Selain komputasi awan dan blockchain, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga telah jadi tren di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ketiga teknologi tersebut dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan nilai pasar ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020 mendatang.

Implementasi AI di Indonesia saat ini sudah merambah berbagai bidang, salah satunya untuk kepentingan bisnis. Riset dari lembaga survei IDC Asia Pasifik bahkan menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi se-Asia Tenggara di 2018.

Di sisi lain, implementasi kecerdasan buatan di Indonesia masih menemui banyak tantangan. Meski memimpin pertumbuhan AI di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga memiliki persentase tertinggi terkait jumlah perusahaan yang tidak berencana mengadopsi kecerdasan buatan dalam lima tahun mendatang.

Lantas, bagaimana tantangan adopsi AI di Indonesia? Simak dalam infografik berikut!

Infografik | Nodeflux


Nodeflux merupakan perusahaan Vision AI pertama dan terbesar di Indonesia. Pada 2018 lalu, Nodeflux telah tercatat resmi menjadi official global partner NVIDIA-Metropolis Software Partner Program (Nvidia-MSPP) dan terdaftar dalam papan peringkat penilaian Face Recognition Vendor Test (FRVT) oleh National Institute of Standards (NIST) bulan September 2019.

Cari tahu lebih lanjut tentang Nodeflux dan Vision AI di sini.


(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post [Infografik] Implementasi dan Tantangan Kecerdasan Buatan di Indonesia appeared first on Tech in Asia.

The post [Infografik] Implementasi dan Tantangan Kecerdasan Buatan di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: