Press "Enter" to skip to content

Investree Jalin Kemitraan Strategis dengan Midtrans Hingga Ekspansi ke Filipina

Startup marketplace lending Investree meresmikan kerja sama strategis  dengan perusahaan payment gateway Midtrans. Kerja sama ini untuk memberikan akses pembiayaan yang aman dan cepat kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang tergabung dalam ekosistem Midtrans.

CEO Midtrans Erwin Tadudjaja menyatakan, kemitraannya dengan para pedagang dalam tujuh tahun terakkhir membuatnya sangat memahami kesulitan para pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya. 

“Kami optimis kolaborasi dengan Investree ini dapat turut memperkuat basis ekonomi digital di Indonesia sesuai dengan visi Midtrans,” ungkapnya.

Lewat kerja sama ini, Midtrans menyediakan produk bernama Merchant Financing yang merupakan fasilitas pinjaman dari Investree. Tujuannya untuk berbagai macam keperluan yang berkaitan dengan pengembangan usaha para pelaku UKM Midtrans.

Bunga yang ditawarkan bergantung profil risiko masing-masing pelaku UKM, berkisar 12 persen hingga 20 persen per tahun tanpa memerlukan jaminan. Beberapa keuntungan lain yang ditawarkan:

  • Pelaku UKM dapat mengajukan pinjaman hingga Rp2 miliar.
  • Proses pengajuan pinjaman yang mudah dan seratus persen online
  • Memperoleh persetujuan dan pencairan cepat dengan jangka waktu lima hari sejak pengajuan, penilaian, hingga pencairan pinjaman.
  • Pelaku UKM mitra Midtrans juga dapat memilih apakah mereka ingin mengajukan pinjaman dengan skema konvensional atau syariah.

Co-Founder dan CEO Investree Adrian Gunadi menyatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pengembangan ekosistem mereka, terutama dalam menjangkau pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia.

Meski begitu, pihaknya tak menyasar seluruh segmen UMKM. Hanya fokus pada usaha skala kecil dan menengah. Pasalnya kata Adrian, walaupun secara jumlah pelaku UKM jauh lebih sedikit dari pelaku usaha mikro, tetapi volume transaksi dan sumbangannya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) tetap lebih besar. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, terdapat 62,9 juta pelaku UMKM pada 2017. Dari jumlah tersebut, 98 persen atau sekitar 62,1 juta di antaranya merupakan pelaku usaha mikro.

“Kita melihat sekarang UKM sudah digitalisasi dan masuk ke beberapa ekosistem seperti payment gateway, e-procurement. Strategi Investree ke depannya akan lebih banyak kolaborasi dengan ekosistem tersebut, karena dengan digitalisasi sekarang kita bisa melihat kualitas kredit yang lebih baik dari UKM,” ungkapnya usai penandatanganan, Rabu 29 Januari 2019.

Investree telah bekerja sama dengan Midtrans selama 1,5 tahun terakhir. Selama itu, kedua pihak telah berhasil membukukan 70 transaksi sebesar Rp75 miliar. Dengan kerja sama strategis kali ini, pihaknya berharap dapat membukukan lebih banyak transaksi lagi. 

Midtrans sendiri merupakan satu dari tiga perusahaan fintech yang telah diakuisisi Gojek pada Desember 2017 silam. Saat itu, Kartuku dan Mapan juga diakusisi.

Sementara Investree hingga akhir Januari 2020 berhasil membukukan catatan total fasilitas pinjaman hingga Rp4,44 triliun. Nilai pinjaman yang tersalurkan sebesar Rp3,44 triliun dengan rata-rata tingkat pengembalian 16,1 persen.

Siap Ekspansi ke Filipina

Logo Investree | Photo

Investree kata Adrian juga telah resmi menekan kontrak kerja sama Joint Venture dengan konglomerasi asal Filipina Filinvest Development Corp (FDC). Mereka akan pula menyediakan pembiayaan bagi pelaku UMKM di negara tersebut. Dalam perusahaan patungan itu, baik Investree maupun FDC Group sama-sama kantongi kepemilikan 50 persen saham.

“Baru Senin pekan lalu kita tanda tangan JV partnership, tujuannya ingin membawa solusi produk Investree ke ekosistem FDC Group,” ujarnya.

Dia menambahkan, bentuk produk yang akan ditawarkan sama dengan produk pembiayaan Investree yang ada di Indonesia, seperti invoice financing, buyer financing, dan kredit modal kerja. Nantinya, produk tersebut akan ditawarkan ke seluruh pelaku UMKM yang menjadi vendor FDC Group seperti vendor outsorcing, vendor decoration, dan lainnya.

Mengutip Katadata, Investree memang berencana ekspansi ke sejumlah negara Asean tahun ini. Selain Filipina, mereka juga membidik untuk melebarkan sayap ke Thailand.

Sebelumnya, Investree juga telah memiliki kepemilikan sepuluh persen di startup peer to peer lending asal Vietnam bernama eLoan, yang juga memiliki fokus membidik pelaku UMKM.

Adrian mengungkapkan niatnya untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut menjadi pemegang saham pengendali. Namun, untuk itu pihaknya masih menunggu regulasi dari otoritas setempat.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Investree Jalin Kemitraan Strategis dengan Midtrans Hingga Ekspansi ke Filipina appeared first on Tech in Asia.

The post Investree Jalin Kemitraan Strategis dengan Midtrans Hingga Ekspansi ke Filipina appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: