Press "Enter" to skip to content

KAUM SANTRI KOTA

Kemenangan Prabowo di Jawa Barat tidak mengejutkan. Di majalah Tempo beberapa waktu lalu saya telah menulis sulitnya menjinakkan daerah ini. Bahkan sejak dua dekade lalu saya sudah mulai meneliti mengapa Islam politik di sini begitu kuat mengakar dalam kesadaran masyarakat setempat.

Pelaku utamanya adalah kaum santri Kota. Mereka adalah kelompok Islam urban yang umumnya berorientasi modernis. Sebagian mereka adalah para pengusaha dan pedagang yang sangat tergantung pada konstelasi kekuasaan ekonomi politik di pemerintahan.

Kaum santri kota terobsesi dengan pembaharuan Islam. Meski demikian, mereka cenderung sinis dengan sejawatnya, kelompok Islam tradisionalis, yang dianggapnya kolot dan mudah berkoalisi dengan partai-partai nasionalis. Mereka juga kurang suka dengan Kristen dan Cina yang dilihatnya sebagai saingan.

Kesadaran ini telah tercipta sejak awal abad ke-20 dan terus terpelihara hingga sekarang. Para politisi memanfaatkannya sebagai kondisi yang memungkinkan hoaks di media sosial saat ini bisa diterima sebagai kebenaran. Dengan ini pula sentimen anti-Jokowi dilancarkan.

Sejauh kesadaran kultural kaum santri kota tersebut belum diubah, sejauh itu pula hoaks mengenai PKI, Kristen, Cina, dan negara yang anti-Islam akan terus bersemayam. Ini adalah tantangan terbesar pembangunan manusia di Jawa Barat, khususnya Priangan. Akibatnya, lihat saja, betapa semerawutnya kota-kota di Priangan sesemarawut pikiran kaum santri kotanya yang penuh akal-akalan.

Amin Mudzakkir

Gus Fik
Follow me

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: