Press "Enter" to skip to content

Ketua KPU Pariaman Dipecat Karena Makan Malam Bersama Jubir BPN

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian tetap dari jabatan ketua kepada teradu (Abrar Azis) selaku Ketua KPU Kota Pariaman,” demikian amar putusan DKPP yang dikutip dari laman DKPP, Rabu (10/4/2019).

Abrar sendiri diadukan ke DKPP oleh April Adet, setelah sebuah foto pertemuannya dengan Dahnil beredar luas di media sosial. Dalam laporannya pengadu melampirkan bukti screenshot foto yang diunggah oleh akun Facebook Valentino T. Teguh.

Karena perbuatannya Abrar dinyatakan melanggar prinsip mandiri dan proporsional sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 8 huruf b, huruf d, huruf l juncto Pasal 14 huruf c Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.

Pertemuan Abrar-Dahnil berlangsung di 22 Januari 2019 di salah satu rumah makan di Kota Pariaman Sumatera Barat, saat Dahnil melakukan kunjungan ke daerah itu, sekaligus melantik kepengurusan Pemuda Muhammadiyah. Diketahui, Abrar memang memiliki hubungan pertemanan lama saat menjadi Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sejak tahun 2010.

Menanggapi hal ini Abrar mengatakan sudah mendengar putusan tersebut dan mengaku pasrah dengan sanksi yang diberikan. Namun, dia menyebut putusan tersebut belum dapat dilakukan sebelum adanya instruksi KPU Pusat.

“Saya sudah dengar putusannya dan menerima putusan tersebut. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Abrar saat dihubungi detikcom, Rabu (10/4) malam.

“Kami menunggu instruksi KPU RI kapan akan dieksekusi. Kapan pun putusan itu (dieksekusi), akan kita laksanakan,” tegasnya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: