Press "Enter" to skip to content

Kreativitas untuk Memelihara Keragaman

MAKASSAR – Bagi Indonesia, keragaman adalah fakta yang tak bisa dihindari. Ada ragam agama, suku, ras, bahasa, dan ekspresi budaya. Bahkan dalam satu bahasa ada dialek yang berbeda beda. Untuk menjaga keragaman di Indonesia dibutuhkan kreativitas anak-anak muda. Kreativitas bisa memalingkan kita dari konflik dan permusuhan yang dipicu perbedaan-perbedaan. Kreativitas juga bisa mencegah anak-anak muda dari tindakan-tindakan yang yang tak diinginkan seperti tawuran, kebut-kebutan, dan saling membully teman.

“Anak-anak muda Indonesia punya tanggungjawab untuk menjaga masa depan negerinya, negeri yang indah dan beraneka ragam isinya. Cara menjaga dan memelihara keindonesiaan yang paling efektif adalah dengan berkarya pengembangan kreativitas,” demikian kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abd Rohim Ghazali dalam acara “Creatormuda Academy” yang diadakan Maarif Institute bekerjasama dengan Ruang Guru, Cameo Project, Peace Generation, dan LoveFranky,  pada tanggal 25-26 Juli 2019 di Hotel MaxOne Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pentingnya memacu kreatifitas yang konstruktif di tengah maraknya penggunaan gadget juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Setiawan Aswad, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan Prof. Dr. yusran Jusuf, dan asisten Gubernur Sulawesi Selatan Muhammad Firda yang juga secara resmi membuka acara Creatormuda Academy.

up1Di Kota Angin Mamiri, Creatormuda Academy diikuti oleh 200 siswa SMA sederajat se provinsi Sulawesi Selatan. Dari Kabupaten Polewali Mandar (2 sekolah), Kabupaten Toraja Utara (1 sekolah), Kabupaten Jeneponto (1 sekolah), Kabupaten Soppeng (2 sekolah),  Kabupaten Wajo (1 sekolah), Kabupaten Pinrang (1 sekolah), Kabupaten Takalar (1 sekolah), Kabupaten Maros (2 sekolah), Kabupaten Gowa (2 sekolah), dan dari Kota Makassar (13 sekolah).

Creatormuda Academy ini terdiri dari dua kegiatan yakni Mading Talks dan Boothcamp. Kegitan Madingtalks adalah seminar untuk 200 orang peserta yang mengulas masalah-masalah apa yang dihadapi anak muda hari ini dan apa peran anak muda untuk Indonesia. Mading Talk diisi oleh direktur dan pendiri Peace Generation Irfan Amalee, Direktur Program Maarif Institute Khelmy Pribadi, dan Yosi Mokalu dari Cameo Project yang juga personel Project Pop.

Sedangkan Boothcamp adalah platform pelatihan offline untuk 50 pelajar terpilih untuk belajar memproduksi konten bersama dengan para pelatih yang berpengalaman. Selama kegiatan, ada empat materi yang dipelajari secara singkat tapi mendalam, yakni videografi, fotografi, desain grafis, dan penulisan kreatif. Para pelatih terdiri dari Irfan Amalee (Peace Gen), Oktora Irahadi, Martin Anugerah, dan Andri Ganda (Cameo Project), dan lain-lain.

Kreasi Film Pendek

upg2Setelah mendapat pelatihan, para peserta yang terdiri dari 10 kelompok masing-masing menampilkan karya berupa film pendek yang memuat narasi yang kontruktif terutama bagi kehidupan pelajar, video, dan desain grafis. Setelah ditampilkan, akan dinilai dan dikomentari oleh para pelatih. Di akhir acara, diumumkan karya terbaik. Pada Creatormuda Academy kali ini, penyabet gelar karya terbaik adalah peserta dari SMA Negeri 1 Makassar.

Creatormuda Academy adalah sebuah akademi untuk para pelajar dari seluruh Indonesia, dilaksanakan di sepuluh kota, yang berambisi untuk menjadikan anak-anak muda sebagai kreator yang mampu dan terus-menerus memproduksi konten-konten inspiratif tentang keindonesiaan, kebinekaan, dan literasi media.

Tapi, menurut Abd Rohim Ghazali,  akademi ini hanyalah awal yang kunci pembuka bagi kreatifitas anak-anak muda agar mereka punya passion dengan kreatifitas yang positif dan inspiratif, bagi dirinya, teman-temannya, lingkungan sekolah, dan Indonesia.

“Dengan kreatifitas yang positif dan inspiratif, yang terus dikembangkan dan ditularkan ke semua kalangan tanpa pandang perbedaan niscaya masa depan Indonesia akan jauh lebih baik dan solid dalam keanekaragaman budaya, agama, suku, profesi dan lain-lain.”upg5

 

Go to Source
Author: editor 3