Press "Enter" to skip to content

Memanfaafkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Meningkatkan Kesalehan Diri.


Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tidaklah asing dalam sejarah Islam.

Hal ini dibuktikan dengan banyak ilmuwan muslim yang memberikan pengaruh terhadap kemajuan pengetahuan dan teknologi pada saat ini.
Contohnya, Ibnu Sina seorang ilmuwan Persia di bidang medis.

Hingga saat ini bukunya yang berjudul The Canon of Medicine masih menjadi pedoman bagi dunia kedokteran.

Sedangkan, ilmuwan muslim lain yang juga memberikan pengaruh kepada perkembangan teknologi ialah Al-Khawarizmi.
Ia merupakan ilmuwan matematika asal Persia yang menemukan konsep algoritma dan aljabar yang dijadikan patokan dasar dalam pembuatan mesin ataupun alat canggih lainnya pada masa ini.

Menurut, Dr. Arqom Kuswanjono, takmir Masjid kampus UGM, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Seorang muslim diminta untuk lebih selektif agar terhindar dari dampak negatif yang mengakibatkan menurunnya keimanan.

“Perkembangan teknologi dapat memicu degradasi (penurunan) baik secara individual maupun sosial dalam aspek kesalehan seorang muslim,” jelas Dr. Arqom Kuswanjono selaku takmir masjid kampus UGM melalui kajian online pada Senin (11/05/2020).

Dr. Arqom Kuswanjono menambahkan, adapun maksud dari degradasi kesalehan dalam IPTEK ialah tidak melibatkan Allah SWT dalam perkembangan teknologi tersebut.

Secara ontomologi, degradasi kesalehan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi maksudnya tidak mengetahui dari mana datangnya ilmu pengetahuan itu.

Hal seperti ini lah yang membuat lupa umat muslim untuk tetap melibatkan Allah SWT dalam aspek apapun.
“Biasanya sudah asyik sendiri dengan kemampuannya. Lalu, lupa dari mana kemampuan dan pengetahuan itu berasal,” ujar Dr. Arqom Kuswanjono dalam ceramah onlinenya.

Dia pun menambahkan, pengetahuan dan kemampuan seorang manusia berasal dari akal yang diberikan oleh Allah SWT.

Semua itu atas izin-Nya, sehingga manusia tidak boleh sombong.

Dalam firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 78 dijelaskan:

“Dan Allah telah mengeluarkan kalian dari perut-perut ibu-ibu kalian sesudah masa kehamilan sedang kalian tidak mengetahui apapun yang ada di sekitar kalian, kemudian Allah menjadikan bagi kalian sarana-sarana pengetahuan berupa pendengeran, penglihatan, dan hati. Mudah-mudahan kalian beryukur kepada Allah , atas nikmat-nikmat tersebut. Dan mengesakan Allah dengan ibadah”. (Surah An-Nahl, ayat 78)

Dari surah ini, menyampaikan bahwa pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki seorang manusia semata atas pemberian dari Allah SWT.
“Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang berasal dari Allah SWT. Maka, Islam pun mengatur untuk mengembangkan IPTEK haruslah bermanfaat untuk orang banyak. Bukan untuk kepentingan pribadi maupun menguasai orang lain,” papar Dr. Arqom Kuswanjono.
Maka, perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan kesalehan diri. Contohnya, teknologi informasi.

“Saat ini teknologi informasi perkembangannya sangat cepat. Biisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, menggalang donasi untuk saudara-saudara kita yang kurang dalam menghadapi wabah Corona. Insyaallah kesalehan diri bisa meningkat,”ujarnya.

Tentunya, ini semua tidak lepas dari pemahaman tentang dari mana sumber pengetahuan itu didapat.
Sehingga IPTEK dapat memberikan dampak yang baik sebagai wadah pengembangan kesalehan diri.

TRIBUNJOGJA

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: