Press "Enter" to skip to content

Mengapa UX Design Penting untuk Memenuhi Kepuasan Pengguna?

Meningkatkan pengguna layanan di tengah gempuran berbagai produk serupa merupakan tantangan tersendiri bagi mereka yang bekerja di ranah pengembangan produk digital. Apalagi, berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah startup di Indonesia hingga Februari 2019 telah mencapai 2.070 dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor, yaitu on-demand services, financial technology (fintech), dan e-commerce.

Salah satu cara meningkatkan engagement dan retensi pengguna adalah dengan membuat mereka nyaman saat menggunakan produk digital. Kenyamanan bisa dicapai dengan bermacam cara, antara lain dengan menghadirkan user experience (UX) terbaik.

Studi dari AppsFlyer menunjukkan pengguna smartphone akan menghapus 3 dari 10 aplikasi yang telah diunduh dalam 30 hari. Sementara riset yang dirilis Dot Com Infoway (DCI) menyebut, alasan umum para pengguna mencopot aplikasi yang telah dipasang adalah karena tidak memenuhi ekspektasi.

Memahami proses UX design

UX design merupakan proses menciptakan produk yang memberikan pengalaman relevan bagi para pengguna, sesuai dengan analisis perilaku mereka. Mengutip dari blog Belajar UX, UX design merupakan penghubung antara kebutuhan pengguna, tujuan bisnis, dan kemajuan teknologi, melalui desain produk yang bermakna, berguna, dan menyenangkan.

Beberapa manfaat dari UX design antara lain:

  • Menghemat sumber daya. Perusahaan konsultan UX bernama Experience Dynamic menyatakan UX design dapat menghemat waktu tim pengembang produk hingga 50 persen.
  • Meningkatkan penjualan. Survei dari perusahaan modal ventura New Enterprise Assosiate (NEA) menyebut, 75 persen startup unicorn percaya UX design yang bagus dapat meningkatkan valuasi perusahaan saat melakukan penggalangan dana.

Kunci membangun UX design

Masing-masing startup pada dasarnya punya jumlah tahapan berbeda dalam membangun UX design. Namun, menurut seorang pakar, setidaknya ada enam tahapan yang perlu dilalui:

Riset

Riset adalah hal pertama yang dapat dilakukan, termasuk riset pasar untuk mengumpulkan informasi terkait produk yang ingin dikembangkan, misalnya:

  • Apa saja hal yang dibutuhkan oleh pengguna?
  • Produk yang seperti apa yang dapat membuat pengguna bahagia?

Jangan lupa, cari pain point yang ditemukan pengguna di produk kompetitor, supaya kamu bisa menjadikannya sebagai studi kasus dan membangun solusi yang efektif di produkmu.

Analisis

Setelah melakukan riset, kamu perlu menganalisis data dan lebih banyak mengeksplorasi perilaku pengguna dengan menciptakan user persona. Salah satu cara untuk membentuk user persona adalah melalui wawancara dengan para pengguna agar kamu memahami kebutuhan serta masalah mereka.

UX Design

Kini saatnya mulai membuat wireframe dan prototipe. Wireframe adalah kerangka untuk penataan beragam elemen pada halaman situs web atau aplikasi, sebelum proses desain sesungguhnya dimulai. Sedangkan prototipe merupakan model sederhana dari sebuah produk sebelum dilanjutkan secara detail.

User Interface (UI) Design

Sejatinya, UI dan UX design merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. UI designer bertanggung jawab untuk mengelola desain dari segi visual. Buatlah desain yang tidak hanya tampak bagus di mata pengguna, tetapi juga yang bisa menyelesaikan masalah mereka.

Tahap Pengembangan

Di tahap ini, saatnya tim pengembangan produk bekerja. Setelah mendesain UX dan UI, maka perlu menyerahkan semua informasi yang dikerjakan kepada tim pengembangan produk.

Evaluasi

Lakukan usability testing. Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah produk yang dibuat memberikan solusi yang dibutuhkan para pengguna. Jangan lupa untuk terus meningkatkan kualitas produk berdasarkan feedback dari mereka.


Kamu ingin mengetahui lebih lanjut terkait pentingnya UX design untuk mencapai kepuasan pengguna? Atau kamu ingin mendapatkan best practice langsung dari para praktisi terkait bagaimana mereka membangun UX design?

Untuk kamu yang ada di Bali dan sekitarnya, ini adalah kesempatan terbaik untuk kamu karena DANA Indonesia, startup yang menyediakan layanan pembayaran digital serta transaksi nontunai dan nonkartu, akan menggelar Community Meetup bertajuk “How We Built UX Design Process to Reach Customer Satisfaction”.

Dalam event tersebut, DANA Indonesia akan membagikan beragam insight dan best practice terkait bagaimana cara membangun UX design yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Dua praktisi DANA yang akan hadir sebagai pembicara antara lain:

Kamu yang berkarya sebagai Front-end Developer, UX Designer, UI/UX Engineer, Product Manager, Software Developer, atau tech savvy ingin belajar bareng tentang UX design? Yuk, jangan lewatkan event ini!

Catat waktu dan tempatnya!

Hari, Tanggal: Jumat, 24 Mei 2019
Waktu: 18.00-21.00 WITA
Tempat: Connext Coworking Space, Alamanda Bali,
Jalan By Pass, Ngurah Rai, Bali.

Jika kamu tertarik untuk mengikuti acara yang penuh insight ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui tautan di bawah. Namun perlu kamu ingat, setiap calon peserta yang mendaftar akan kami kurasi terlebih dahulu. Untuk kamu yang lolos, akan mendapatkan e-mail pemberitahuan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Mengapa UX Design Penting untuk Memenuhi Kepuasan Pengguna? appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: