Press "Enter" to skip to content

Menhub Cek Penerapan Protokol Kesehatan Sektor Transportasi di Yogya dan Solo

Menhub saat mengecek kesiapan sektor transportasi, Jumat (26/6). (Foto: Kemenhub)

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Jumat (26/6), melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta dan Solo untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di sejumlah simpul transportasi seperti Bandara, Stasiun, serta Terminal Bus berjalan dengan baik dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Sejumlah simpul transportasi yang ditinjau yaitu : Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara, Adi Sumarmo Solo, Stasiun Kereta Api di Yogya dan Solo, dan Terminal bus Tipe A Tirtonadi Solo.

“Setelah kemarin saya meninjau Bandara Soekarno Hatta, hari ini saya berkunjung ke Kota Yogya dan Solo untuk memastikan penerapan pengendalian transportasi yang mengedepankan protokol kesehatan berjalan dengan baik dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru ini,” jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengungkapkan bahwa kota Yogya dan Solo merupakan kota yang menjadi destinasi pariwisata unggulan Indonesia. Untuk itu, ia ingin memastikan para penguna jasa transportasi merasa aman dan nyaman untuk bertransportasi melalui penerapan protokol kesehatan yang baik mulai dari saat keberangkatan, dalam perjalanan, sampai tiba di kedatangan.

“Kami ingin masyarakat pengguna jasa transportasi di kota Yogya dan Solo ini bisa tetap produktif beraktivitas dan bertransportasi, namun tetap aman dari penularan Covid-19. Kita harapkan sektor pariwisata di sini bisa semakin membaik,” Menhub.

Dalam tinjauannya ke Bandara, Stasiun dan Terminal Bus, Menhub melakukan pengecekan protokol kesehatan, dari mulai titik keberangkatan hingga kedatangan, dari mulai pemeriksaan suhu badan, hingga pengecekan dokumen kesehatan.

Pada kesempatan itu, Menhub mengapresiasi para operator transportasi baik di Bandara yang dikelola PT AP I, Stasiun (PT KAI) maupun terminal bus Tipe A (Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub) yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Ia meminta, para operator transportasi dapat terus konsisten dan terus meningkatkan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Daerah.

Konektivitas Transportasi Di Yogya-Solo Semakin Meningkat

Selain itu, dalam tinjauannya Menhub juga menyinggung terkait perkembangan konektivitas transportasi di Yogya dan Solo. Menurutnya, konektivitas transportasi di kedua kota ini semakin meningkat.

Beberapa peningkatan konektivitas transportasi tersebut yaitu : pertama, pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang sudah selesai dibangun dan telah beroperasi.

Bandara yang menggantikan keberadaan Bandara Adisutjipto ini sudah dilengkapi juga dengan dukungan transportasi antarmoda untuk memudahkan pergerakan penumpang dari Bandara menuju kota Yogyakarta dan sekitarnya, maupun sebaliknya, seperti : Angkutan Pemadu Moda Damri, SetelQu, taksi bandara, taksi online dan kereta api melalui stasiun Wojo (sekitar 10 menit dari Bandara). Kedepannya, jalur kereta akan langsung masuk ke dalam area Bandara.

Kedua, pembangunan elektrifikasi jalur KA lintas Yogyakarta-Solo yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020. Dengan selesainya proyek elektrifikasi, maka dapat segera beroperasi Kereta Rel Listrik (KRL) Komuter dari Yogyakarta-Solo PP.

Ketiga, pembangunan dan penataan Terminal Bus Tipe A Tirtonadi tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi pusat kegiatan komersial. Pada bulan Juli 2020, direncanakan akan dimulai pembangunan gedung sebaguna, pusat olahraga dan pusat kuliner di area Terminal Tirtonadi. (BKIP Kemenhub/EN)

The post Menhub Cek Penerapan Protokol Kesehatan Sektor Transportasi di Yogya dan Solo appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Gus Fik
Follow me
%d blogger menyukai ini: