Press "Enter" to skip to content

Netralitas Panwaslu Malaysia yang Diragukan

Ungkap Keanehan Kasus Tercoblosnya Surat Suara di Malaysia dari Wawancara Ketua Panwaslu (yang dikelilingi BPN 02) di TV One

Kasus Tercoblosnya Surat Suara di Malaysia di nomor 01 dan Partai Nasdem, Demokrat yang diviralkan kubu 02 sangat aneh. Terlebih dari wawancara ekslusif TV One dengan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Sore ini.

1⃣ Ketua Panwaslu* Kuala Lumpur yang bernama Yazza Azzahra bisa menjelaskan dengan sangat detail secara kronologis proses pencoblosan ilegal sampai penangkapan. Agak sulit masuk diakal, jika dia tahu persis mulai dari pencoblosan, seperti dia terlibat dalam skenario ini.

2⃣Reporter TV One bertanya* “Siapa pelakunya? Disuruh siapa?” *Ketua Panwaslu menjawab* dengan terbata-bata (scara fisiognomi berarti ada yg disembunyikan) “tidak tahu, karena saat kita grebek mereka lari”

3⃣ *Reporter TV One bertanya,* “ada video yang beredar, itu video halus, video bagus direkam dengan santai ada orang yang mencoblosin surat suara, itu kan ilegal. Apa mereka tidak tahu itu? Kok santai saja direkam videonya malah diajak ngobrol juga mau?” *Dijawab Ketua Panwaslu* “Saya rasa mereka tahu, tapi karena dibayar 50 sen per surat suara, mereka tetap mau lakukan itu”. *LOH? Katanya, gak tau pelakunya siapa, ini kok si Yazza Ketua Panwaslu tahu bayarannya berapa?* Jangan2 Ketua Panwaslu sudah tahu kasus ini dari awal dan sengaja membiarkan dan tidka mencegah. Atau bahkan dia ikut terlibat dalam konspirasi ini?

4⃣Ketua Panwaslu Kuala Lumpur juga tahu persis berapa surat suara yang dicoblos, yaitu 10.000 hanya dalam waktu kurang dari 2 jam kejadian, padahal surat berserakan dan berkresek2 hitam. Logiskah?

5⃣Yang paling mencolok adalah berkali-kali di TV One, Ketua Panwaslu berbicara setelah dibisiki oleh orang di sebelahnya yang memakai atribut resmi BPN 02. Yazza menyebut “kejadian membuat shock pendukung 02, dan surat suara dicoblos 01” tanpa ada kata dugaan, padahal dia bukan petugas yang berwajib. Ini framing yang berbahaya, sebagai wasit, seharusnya Yazza netral, tidak mau disetir 02, dan dikelilingi 02 di depan media.

“Sudah jelas telanjang kita lihat bagaimana kubu 02 berselingkuh dengan Panwaslu untuk membuat skenario ini untuk memfitnah kubu 01. Ya Allah, ingatlah, bertaubatlah, sesungguhnya fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”

Nama Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, yaitu Yazza Azzahra Ulya, Mahasiswa S2 Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia, PPI Indonesia. Mohon dicek, kabarnya dia selama mahasiswa aktif di gerakan Islam Wahabi (PKS) alias pendukung Prabowo garis keras yang berhasil diloloskan menjadi Ketua Panwaslu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: