Press "Enter" to skip to content

Operasi Semburan Fitnah dan Delegitimasi KPU. Kubu 02 Sudah Tahu Dirinya Akan Kalah?

Rekam jejak kebohongan semua mengarah kepada 02 mulai dari Ratna Sarumpaet, 7 kontainer hoax, server KPU disetting, dan masih akan banyak lagi sebelum hari H pencoblosan.

Masyarakat di bodohi dengan cara-cara keji mereka dalam menghalalkan segala cara demi kemenangan haram pihaknya.

Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Gajah Mada Analitika, Herman Dirgantara menyebut teknik propaganda ‘Firehouse of The Falsehood‘ sebagai strategi kampanye kotor.

“Teknik propaganda ‘Firehouse of The Falsehood’ itu sebetulnya merupakan teknik strategi perang non-konvensional atau kotor. Sehingga tepat jika kasus drama ratna sarumpaet tidak berhenti pada satu orang saja. Perlu ditelusuri.” ujar Herman dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/10/2018).
Wakil Sekjend Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) ini pun menambahkan, teknik propaganda itu memiliki dua tujuan utama yakni menciptakan persepsi publik yang merugikan lawan politik dan menciptakan narasi kebohongan yang ‘continue’ sehingga menimbulkan simpati publik bagi yang menggunakan teknik tersebut.

“Jadi ada tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, menciptakan persepsi publik yang merugikan lawan politik. Kedua, di sisi lain pihak yang menggunakan agar mendapat simpati. Narasinya melalui kebohongan bersifat ‘continue’ yang menciptakan sudut pandang. Kalau memang terindikasi, saya katakan pemilu 2019 kita berada dalam ancaman serius,” tegas Herman.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: