Press "Enter" to skip to content

Panduan Digital Marketing di Pasar Asia Tenggara bagi Pemula – Bagian Pertama

Artikel ini merupakan publikasi ulang dari tulisan RevoU yang dipublikasikan pada blog perusahaan. Tech in Asia Indonesia membagi tulisan tersebut jadi tiga bagian agar lebih nyaman dibaca. Isi di dalamnya telah dimodifikasi tanpa mengubah arti.


Panduan ini ditulis untuk orang-orang yang baru mengenal dunia digital marketing (pemasaran digital), serta mereka yang sudah punya pengalaman dasar di bidang ini. Khususnya jika kamu ingin:

  • Mempelajari konsep-konsep utama digital marketing untuk dipraktikkan dalam pekerjaan sehari-hari,
  • Belajar dari konten yang telah dilokalisasi untuk pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia,
  • Mempelajari apakah karier digital marketing bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu
  • Mulai belajar tentang digital marketing sebagai persiapan untuk mengikuti Program Digital Marketing RevoU

Maka panduan ini untuk kamu!

Jika kamu mencari panduan pemasaran dan pengembangan perusahaan di pasar Amerika Serikat, kami sarankan agar kamu membaca panduan pada blog perusahaan di antara konten-konten bagus lainnya yang bisa kamu bisa temukan di internet bagi pemasar online berpengalaman.

Bagaimana panduan ini disusun?

Kami telah membagi konten panduan menjadi dua bagian terpisah:

  • Bagian I

Pada Bagian I, kami akan memperkenalkan gambaran digital marketing (apa itu dan mengapa mempelajarinya), memberi kamu kerangka untuk dipahami saat menentukan saluran pemasaran mana yang bakal kamu garap dengan memanfaatkan konsep-konsep seperti skala, penargetan, dan biaya akuisisi. Kemudian, kami akan memberikan gambaran umum tentang saluran digital marketing utama, yang membedakan antara saluran organik dan berbayar.‌

Terakhir, kami akan menunjukkan cara memonitor apa yang terjadi di situs web atau aplikasi kamu. Memberi tahu kamu saluran pemasaran mana yang memberi traffic dengan menggunakan Google Analytics, alat analisis digital paling terkenal yang digunakan oleh perusahaan kecil ataupun besar.

  • Bagian II

Di Bagian II, kami akan memperkenalkan dua metrik terpenting dari pemasaran berbasis data modern:

  • Biaya akuisisi pelanggan atau customer acquisition cost (CAC), dan
  • Nilai umur pelanggan atau (customer) lifetime value (LTV).

Kamu akan mempelajari arti dari dua metrik kunci ini, mengapa mereka begitu penting, cara menghitungnya, menggunakan contoh perusahaan nyata, serta kesalahan yang harus kamu hindari saat menghitungnya.


1 – Gambaran tentang Digital Marketing

1.1 Apa itu Digital Marketing?

Digital Marketing (atau Online Marketing) adalah pemasaran produk atau layanan menggunakan teknologi digital, terutama di internet, namun juga termasuk telepon genggam, display advertising, dan sarana digital lainnya. — Wikipedia

Mempelajari digital marketing adalah mempelajari bagaimana cara berinteraksi dengan calon pelanggan melalui digital channeldengan tujuan membuat mereka melakukan sesuatu pada situs web atau aplikasi tertentu.

Digital Marketing adalah sebuah istilah umum yang mencakup seluruh upaya online marketing suatu perusahaan. Aktivitas suatu perusahaan di sosial media seperti Facebook atau Instagram, newsletter yang dikirimkan suatu perusahaan kepada pelanggan mereka, atau periklanan yang dilakukan suatu perusahaan pada situs web seperti detik.com atau Kompas.com masuk ke dalam strategi “Digital Marketing” yang lebih luas.

Semakin banyak perusahaan berinvestasi ke dalam online marketing dibandingkan ke dalam offline channel, bukan hanya karena semakin banyak orang yang menggunakan internet, tetapi juga karena online marketing memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjangkau target audience mereka dengan lebih tepat dan efisien dibandingkan dengan offline channel tradisional seperti radio, koran, atau papan iklan.

Terlebih lagi, digital marketing memiliki sifat highly measureable. Hal tersebut berarti seorang digital marketer mengetahui dengan baik bagaimana performa dari setiap online marketing channel dan apa Return on Investment (ROI) dari setiap rupiah yang dipakai untuk online marketing.

1.2 Mengapa mempelajari Digital Marketing?

Saat ini, Digital Marketer merupakan salah satu kemampuan yang dicari oleh perusahaan-perusahaan, terutama di dalam perusahan e-commerce yang sedang berkembang pesat, karena digital marketer memiliki peran utama dalam perkembangan perusahaan-perusahaan seperti Shopee, Lazada, atau Traveloka.

Sebagai hasilnya, ketertarikan terhadap kemampuan digital marketing di Indonesia meningkat dengan pesat, terutama dalam dua tahun terakhir:

Penggunaan istilah ‘digital marketing’ di Google dalam 5 tahun terakhir.

Terdapat peningkatan jumlah lowongan pekerjaan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan dalam Digital Marketing.

Lowongan pekerjaan Marketing di Glints

Beberapa contoh lowongan pekerjaan digital marketing pada beberapa perusahaan tech:

Lowongan pekerjaan digital marketing di Shopee

Lowongan pekerjaan digital marketing di Traveloka

Mempelajari Digital Marketing dapat membukakan kamu pada lowongan pekerjaan yang luas dan karier yang sangat memuaskan di perusahaan-perusahaan teratas.

2 — Channel Online Marketing

Digital marketing terdiri dari berbagai channel online yang berfungsi untuk membantu suatu perusahaan menjangkau calon pelanggan, kapan pun mereka menghabiskan waktu di internet. Baik saat mereka membaca sesuatu di internet, melakukan pencarian online, bersosialisasi melalui media sosial, atau berbelanja via online.

Untuk saat ini, kita akan melihat dua klasifikasi dasar dari berbagai channel online marketing terlebih dahulu.

  • Acquisition vs Retention Channel
  • Organic vs Paid Channel

Acquisition vs Retention Channel

Perbedaan penting yang pertama di antara berbagai channel online marketing adalah perbedaan antara Acquisition Channel dan Retention Channel.

Acquisition Channel adalah kanal pemasaran yang memungkinkan sebuah perusahaan pertama kali mendapatkan pengguna. Misal, kanal pemasaran yang digunakan untuk membuat seseorang mengunduh aplikasi Grab pertama kalinya, atau untuk membuat seseorang melakukan pembelian pertama melalui Shopee, masuk ke dalam kategori Acquisition Channel.

Berbeda dengan Acquisition Channel, Retention Channel adalah kanal pemasaran yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mendorong pelanggan mereka agar melakukan transaksi lagi.

Misal, setelah seseorang melakukan pembelian melalui aplikasi Traveloka, orang tersebut akan menerima email secara terus-menerus dari Traveloka yang memberikan informasi mengenai layanan dan penawaran-penawaran lainnya. Salah satu contoh retention channel yang populer adalah melalui email marketing atau melalui notifikasi aplikasi.

Organic vs Paid Channel

Perbedaan penting yang kedua di antara berbagai channel online marketing adalah perbedaan antara Organic Channel dan Paid Channel.

Organic channel adalah kanal yang tidak mengharuskan suatu perusahaan untuk membayar setiap kali terdapat pertambahan kunjungan ke situs web atau aplikasi perusahaan tersebut.

Misal, saat seseorang mengeklik suatu tautan di dalam email yang dikirimkan oleh sebuah perusahaan, dan mendarat ke situs web perusahaan tersebut. Perusahaan tidak perlu membayar biaya apa pun untuk setiap klik atau kunjungan ke situs web itu. Perusahaan tersebut memperolehnya dengan gratis atau, dalam kata lain, secara organik.

Contoh newsletter dari GoJek

Lain halnya saat kamu melihat banner promosi pada sebuah situs web seperti pada Kompas.com, perusahaan yang mengiklankan (pada contoh di bawah adalah Nissan) membayar untuk setiap kesan (impression) yang dibuat oleh banner tersebut, atau setiap klik yang dilakukan oleh pengunjung di banner tersebut.

Oleh karena itu, setiap kunjungan situs web yang terjadi karena klik seperti itu dianggap berbayar.

Contoh iklan Nissan pada situs web Kompas.com

Organic Channel pada awalnya lebih sulit untuk berkembang dan membutuhkan investasi awal yang lebih besar dalam bidang tenaga kerja, sehingga organic channel biasanya dipakai untuk tujuan jangka panjang.

Paid Channel lebih mudah untuk dipakai dan tidak memerlukan investasi awal yang besar. Namun seiring dengan pertumbuhan perusahaan kamu, biayanya akan semakin mahal karena perusahaan harus membayar untuk setiap kunjungan situs web/pengunduhan yang didapatkan dari iklan.

Bagaimana cara memilih channel Online Marketing yang tepat?

Sangatlah penting untuk memprioritaskan upaya online marketing kamu pada kanal yang lebih sesuai dengan sifat bisnis kamu.

Kami menyarankan untuk melihat setiap kanal berdasarkan tiga kriteria berikut :

  • Skalabilitas
  • Penargetan
  • Biaya (CAC)

Berdasarkan pengalaman kami, tiga kriteria di atas dapat memberikan kerangka yang cukup kuat untuk memulai dan menghindari menyia-nyiakan waktu (dan uang) di kanal yang tidak sesuai dengan bisnis kamu.

2.1 Skalabilitas

Seberapa besar marketing channel yang kamu gunakan? Jika kamu dapat menghabiskan uang yang tak terbatas, berapa banyak orang yang dapat kamu jangkau di kanal tersebut?

Google dan Facebook (termasuk Instagram, WhatsApp, dan Messenger yang semuanya dimiliki oleh Facebook) adalah dua kanal online marketing terbesar saat ini, karena hampir semua orang yang menggunakan internet juga menggunakan layanan mereka.

Dominasi Google dan Facebook dalam bidang online marketing tercermin oleh pangsa digital marketing mereka (Alphabet = Perusahaan induk Google).

Untuk suatu kanal, semakin besar dan fleksibel, semakin bagus pula kanal tersebut. Karena kamu dapat menggunakannya seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan sales kamu.

Di sisi lain, jika suatu kanal memiliki skalabilitas yang kecil, maka kamu hanya dapat menggunakannya sampai pada titik tertentu saja. Hal ini sangat tidak ideal karena kamu harus mencari kanal lain untuk digunakan begitu mencapai titik jenuh (yang berarti kamu harus membuat strategi baru, yang akan memakan waktu dan menghabiskan biaya).

2.2 Penargetan

Agar digital marketing kamu menjadi efektif, kamu harus mampu menargetkan pengguna yang tepat untuk produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Jika produk kamu menargetkan orang-orang berpenghasilan tinggi, maka kamu akan membuang-buang uang jika iklan kamu menargetkan orang berpenghasilan rendah. Hal yang sama akan terjadi jika kamu menjual produk kamu pada area tertentu. Akan menjadi sia-sia jika kamu mengiklankan produk kamu di Surabaya padahal produk kamu hanya dijual di Jakarta.

Saat ini terdapat dua jenis penargetan online:

  • Behavioral Targeting

Behavioral Targeting adalah penargetan berdasarkan niatan seseorang untuk membeli produk atau layanan tertentu melalui tindakan yang mereka lakukan.

Misalnya, jika seseorang ingin membeli smartphone, orang tersebut mungkin terlebih dahulu membandingkan harga smartphone tersebut di antara toko-toko online, untuk melihat toko online mana yang menjual dengan harga lebih murah.

Ini adalah salah satu contoh di mana kamu dapat menjangkau orang tersebut dengan beriklan di Google pada keyword tertentu. Iklan kamu dapat muncul setiap kali seseorang melakukan pencarian dengan keyword yang sesuai dengan produk kamu.

  • Demographic Targeting

Dengan Demographic Targeting, kamu dapat menargetkan calon pelanggan berdasarkan demografi dan ketertarikan (interest) mereka. Misalnya, (secara hipotesis) kamu dapat menargetkan wanita + tinggal di Bandung + menempuh pendidikan di ITB + menyukai musik rok.

Penargetan jenis ini tersedia di platform seperti Facebook atau Instagram.

Untuk penargetan jenis ini, pengguna tidak perlu melakukan tindakan apa pun, tetapi pengguna akan ditargetkan secara otomatis jika memiliki kecocokan terhadap kriteria demografi dan minat yang kamu tentukan. Kriteria penargetan yang dapat kamu atur sangat tergantung pada platform yang kamu gunakan.

Kelebihan menggunakan Demographic Targeting dibanding Behavioral Targeting adalah kamu dapat langsung mencapai target pengguna tanpa perlu menunggu mereka melakukan suatu tindakan. Namun kelemahannya adalah target kamu semakin lama akan semakin terbiasa dengan iklan kamu, dan akan semakin jarang mengeklik karena tidak ada niatan membeli yang akan memicu iklan kamu.

2.3 Biaya (CAC)

Biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk mendapatkan pelanggan baru yang membeli produk atau layanan untuk pertama kalinya disebut customer acquisition cost (CAC).

Untuk lebih mengerti mengenai CAC, mari kita lihat contoh berikut:

  • Perusahaan X mempekerjakan seorang digital marketer dengan gaji Rp10 juta per bulan.
  • Perusahaan X melakukan pemasaran melalui Facebook Ads dengan biaya Rp20 juta per bulan.
  • Sebagai hasilnya, mereka mendapatkan 100 pelanggan baru setia bulannya (pelanggan baru = pelanggan yang pertama kali melakukan pembelian di perusahaan tersebut), maka
  • CAC mereka dapat dihitung dengan cara: (Rp10 juta + Rp20 juta) / 100 pelanggan = Rp300.000 per pelanggan.

CAC merupakan salah satu metrik yang penting untuk diperhatikan dalam digital marketing. Bahkan mungkin yang paling penting. Seorang digital marketer yang baik seharusnya mengetahui dengan baik CAC setiap channel yang digunakan.

Mengingat bahwa setiap acquisition channel memiliki CAC berbeda, sebuah perusahaan bisa saja tidak memanfaatkan kanal tertentu dengan CAC yang terlalu tinggi karena akan sulit untuk mendapatkan keuntungan. Semakin tinggi CAC yang dapat perusahaan kamu bayarkan, semakin banyak acquisition channel yang dapat kamu investasikan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Panduan Digital Marketing di Pasar Asia Tenggara bagi Pemula – Bagian Pertama appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: