Press "Enter" to skip to content

Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional X Partai Golongan Karya, 3 Desember 2019, di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Provinsi DKI Jakarta

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Presiden Ke-5 Republik Indonesia Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri,
Yang saya hormati Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Republik Indonesia Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla,
Yang saya hormati para Ketua Partai dan Sekjen Partai yang hadir, yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu: Bapak Prabowo Subianto, Bapak Oesman Sapta Odang, Bapak Sohibul Iman, Ibu Grace Natalie, Pak Diaz Hendropriyono,
Yang saya hormati Ketua Umum Partai Golkar beserta seluruh jajaran pengurus dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,
Beserta seluruh senior-senior Golkar yang hadir yang tidak bisa saya sebut satu per satu: Pak Akbar Tanjung, Pak Aburizal Bakrie, Pak Agung Laksono,
Serta Bapak-Ibu sekalian hadirin undangan yang berbahagia.

Saya tadi masuk pintu ruangan ini hawanya sudah kelihatan, sejuk gitu ya, sejuk. Saya yakin meskipun AC-nya ini dimatikan hawa kita tetap sejuk. Karena tadi sudah disampaikan oleh Pak Airlangga, saya sekali lagi ingin menyampaikan penghargaan/apresiasi yang tinggi terhadap kesejukan tadi.

Tapi jangan ada yang berprasangka tidak baik. Karena kemarin ada yang menyampaikan, katanya Istana intervensi. Tidak ada! Saya berikan jaminan, tidak ada. Enggak ada. Kalau ada yang menyampaikan, Pak Menteri Sekretaris Negara, Pak Mensesneg (melakukan intervensi), saya jamin, saya berikan jaminan tidak, tidak ada. Ya memang betul-betul tidak ada.

Katanya mengumpulkan DPD, DPD mana yang dikumpulkan? Coba, ada DPD yang dikumpulkan oleh Pak Mensesneg yang hadir di sini silakan maju saya beri sepeda! Silakan kalau ada. Silakan kalau ada DPD yang dikumpulkan oleh Mensesneg, maju ke depan, saya beri sepeda, betul. Begitu ada suara itu Bapak-Ibu sekalian, begitu ada suara itu, langsung saya tanyakan langsung ke Mensesneg, “benar?” “Tidak, Pak!” “Betul ndak?” “Tidak, Pak!” Sudah, rampung. Artinya memang betul-betul tidak, enggak ada.

Kalau ada menteri yang manggil-manggil DPD yang menterinya Golkar mestinya. Bisa saja, bisa saja Pak Agus (Gumiwang) bisa mungkin, kan Golkar, bisa saja. Atau Pak Zainudin Amali, bisa saja. Atau Pak Jerry, bisa saja. Atau Pak Luhut, bisa saja. Ini kan memang kader-kader Golkar semuanya. Tapi kalau di luar itu ada yang berani manggil-manggil silakan ke sini, maju ke depan, benar saya beri sepeda betul.

Saya senang sekali bahwa Musyawarah Nasional Partai Golkar X ini kelihatan sekali menunjukkan sebuah persaudaraan yang baik, sebuah kerukunan yang baik. Jadi saya, sekali lagi, ingin mengajak kita semuanya memberikan tepuk tangan kita untuk Bapak Bambang Soesatyo.

Kalau Pak Bambang jangan diberi sepeda dong, beliau ini pemilik (mobil) Tesla nomor satu, pertama di Indonesia. Kalau saya beri sepeda untuk apa? Kalau saya diberi Tesla oleh Pak Bambang Soesatyo itu baru benar, tapi juga jangan, nanti masuk gratifikasi.

Bapak-Ibu sekalian,
Sekali lagi kerukunan, persaudaraan itu bagi saya penting sekali untuk juga menunjukkan kepada rakyat. Karena kalau Golkar panas, perpolitikan nasional ini juga ikut panas. Sebetulnya juga enggak apa-apa, dalam kita berdemokrasi juga enggak apa-apa tapi kalau ada jalan persaudaraan, ada jalan kerukunan kenapa kita tempuh yang panas-panas. Yang saya takutkan, saya ini hanya melihat dari jauh, kalau Golkar ini pecah, jadi partai baru lagi. Itu kekhawatiran saya.

Sekali lagi, Golkar adalah partai besar yang menjadi aset besar bagi negara kita Indonesia. Mari kita jaga bersama-sama. Sekali lagi, kalau Golkar goyang, perpolitikan nasional juga ikut goyang, Golkar panas, perpolitikan nasional jadi ikut panas. Golkar dingin, perpolitikan kita juga ikut dingin.

Kenapa kita memerlukan stabilitas politik, jangan sampai ada destabilisasi politik? Karena kita tahu, negara-negara lain yang dulunya stabil saja, coba lihat Hongkong, discontent terjadi di mana-mana sekarang ini. Persoalan yang sebetulnya dulu dianggap tidak ada masalah sekarang bisa menjadi masalah besar. Sudah lima, lima bulan lebih Hongkong demo setiap hari, lima bulan lebih. Di sini juga sama, kenaikan biaya transportasi hanya empat persen menjadi gelombang yang begitu besarnya dan mengganggu stabilitas ekonomi di negara itu. Kita ini tidak mau.

Kita sekarang ini posisi ekonomi kita dibandingkan negara-negara lain ya patut kita syukuri, alhamdulillah, bisa di atas lima persen, patut kita syukuri. Negara-negara lain ada sudah yang masuk ke dalam jurang resesi, ada yang menuju ke resesi, ada yang turun sampai dua, sampai tiga persen growth-nya. Coba kita, kita lihat, sekarang ini di negara G20, negara G20 kita berada pada urutan yang kedua sekarang ini. Hari ini sudah di urutan yang kedua.

Ya kalau stabilitas politik kita goyang sedikit saja, ini sangat-sangat berbahaya karena itu menyangkut sebuah kepercayaan, menyangkut sebuah trust kepada negara kita. Enggak akan orang berinvestasi ke negara kita Indonesia kalau stabilitas politiknya tidak baik.

Investasi itu akhirnya ke mana sih? Banyak berbicara iklim investasi, investasi, menarik investor, akhirnya ke mana? Membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya pada anak-anak muda kita, pada masyarakat kita, larinya ke sana semuanya.

Sehingga, sekali lagi, saya sangat menghargai/mengapresiasi cara-cara berdemokrasi yang telah diperlihatkan oleh Partai Golkar dalam Munas X kali ini.

Yang terakhir, saya enggak banyak berbicara karena saking kagumnya kepada Partai Golkar, saya tetap minta kepada Partai Golkar agar memberikan dukungan terhadap Omnibus Law yang nanti akan segera diajukan oleh pemerintah. Sehingga nantinya kecepatan kita dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan dunia menjadi semakin cepat, kemudian juga kita bisa menarik investasi yang sebesar-besarnya, bisa membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya kepada masyarakat kita, dan akhirnya bisa memberikan kemakmuran, kesejahteraan kepada masyarakat.

Saya rasa itu sedikit yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selamat bermunas.

Terima kasih.
Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

%d blogger menyukai ini: