Press "Enter" to skip to content

Pesan Moeldoko pada IMM: Mahasiswa Harus Jaga Idealisme

JAKARTA – Mahasiswa adalah calon pemimpin di masa depan. Sebelum benar-benar menjadi pemimpin, mahasiswa harus mampu menjaga idealisme. Banyak pemimpin muda cemerlang, tiba-tiba terpuruk karena gagal menjaga idealisme. Anas Urbaningrum salah satu contohnya, pemikirannya bagus, tapi sekarang tidak ada orang yang mempercayainya. Dan masih ada beberapa contoh yang lain. Karena korupsi, reputasinya hancur.

Pesan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dipimpin Najih Prasetyo, Senin, 27 Mei 2019 di Bina Graha, Jakarta. Mendampingi Moeldoko, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Eddy Soepadmo, dan Tenaga Ahli Utama KSP, Abd Rohim Ghazali.

Selain menjaga idealisme, Moeldoko juga berpesan agar mahasiswa mampu menghadapi disrupsi di berbagai bidang. Multidistrupsi, terutama disebabkan karena air bah media sosial.

Yang memprihatinkan, dan menjadi kerisauan besar kita saat ini, menurut Moeldoko, adalah merasuknya paham radikal, yang bekerja dengan sangat halus dan rapi. Moeldoko memberikan contoh merebaknya gejala hijrah. Siapa yang tidak suka dengan gejala ini. Semua orang tua pasti suka jika ada anaknya yang nakal kemudian berubah menjadi baik dan taat. Tapi tanpa disadari, pada tahapan berikutnya, mengarah pada keyakinan adanya suatu ideologi yang jika tidak kita cegah, bisa menyebabkan kita terpecah. Yang terjadi di Suriah, bukan tidak mungkin akan terjadi juga di Indonesia. “Saya tidak bermaksud menakut-nakuti, tapi ini harus kita waspadai,” tegas Moeldoko.

Tapi, mantan Panglima TNI ini mewanti-wanti agar dalam menghadapi gejala ini harus ekstra hati-hati karena yang kita hadapi masalahnya sangat sensitif. Soal keyakinan, soal agama. “Walaupun kita sendiri Muslim, lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama, tapi bisa dianggap anti Islam.” Moeldoko berharap, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, organisasi yang memiliki pandangan dan keyakinan agama yang kuat, harus mampu mengantisipasi bahaya yang sangat halus ini.

Mempersatukan Indonesia

abs2Adapun tujuan DPP IMM menghadap Moeldoko untuk meminta Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu pembicara dalam Kuliah Umum yang akan diselenggakan dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IMM yang akan digelar 3-6 Juli 2019 di Kota Pekanbaru, Riau. Rakornas mengambil tema “Mempersatukan Indonesia”.

Moeldoko menilai, tema ini sangat tepat dan kontekstual karena bangsa kita baru saja menjalani perhelatan politik yang penuh ketegangan dan intrik dan membuat kita terbelah. Oleh karena itu harus segera dilakukan rekonsiliasi dengan cara mempersatukan kembali seluruh elemen bangsa.

Tema “Mempersatukan Indonesia” merupakan tema yang umum. Menurut Moeldoko, tema ini harus diturunkan menjadi “apa yang harus dilakukan umat Islam dalam mempersatukan Indonesia”. Lalu, “apa yang dilakukan Muhammadiyah untuk mempersatukan Indonesia,” dan lebih menukik lagi, “apa yang harus dilakukan mahasidswa Muhammadiyah dalam mempersatukan Indonesia.”

Menurut Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo, Rakornas IMM akan diikuti oleh perwakilan DPD IMM dari seluruh Indonesia, dengan masing-masing DPD diwakili empat orang peserta. Sedangkan untuk sesi Kuliah Umum, selain peserta, juga akan diikuti oleh oleh seluruh mahasiswa Unibersitas Muhammadiyah Riau yang jumlahnya ribuan.

 

 

Go to Source
Author: editor 3

%d blogger menyukai ini: