Press "Enter" to skip to content

PRABOWO HOBI GEBRAK MEJA. BELUM JADI PENGUASA SUDAH BEGITU PEMARAH.

Indisipliner, otoriter dan kudet (kurang updet).

“Kau tidak boleh mengabdi pada segelintir orang apalagi membela antek-antek asing. Apalagi kau bela antek-antek asing,” ucapnya sambil menggebrak podium. Gebrakan itu membuat pengeras suara yang menempel di podium terlepas. Ketua DPW PPP Khittah DIY Syukri Fadholi dan Amien Rais yang berada di belakang Prabowo lantas maju menenangkan Prabowo. Amien bahkan sempat mengelus pundak Prabowo. “Cukup mereka khawatir. Tadi dibisikin ‘sabar-sabar’,” kata Prabowo.

Soeharto kenapa tidak memilih menantunya sendiri sebagai penggantinya, karena tahu dan sadar benar karakter menantunya ini.
Pemarah, temperamental, labil, suka disanjung (karena terbiasa dimanja). Otoriter. Kurang pengalaman. Soeharto yang berkuasa 30 tahun saja tidak percaya, kenapa kita tidak bisa berfikir lebih arif dan bijaksana.
Jangan memilih presiden karena dia kaya, pesona kaya, tapi tanpa komitmen dan integritas yang baik ibarat memilih jodoh yang salah.
Masalahnya ini adalah memilih jodoh untuk memimpin negara. Dampaknya luar biasa. Masif dan struktural. Bukan hanya kita saja yang akan menerima dampaknya. Anak cucu keturunan kita akan terkena imbas dari memilih pemimpin yang salah.
Tetaplah pada pemimpin yang merakyat, rendah hati dan mau kerja. Jokowi-Amin saja.

Gus Fik
Follow me

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: