Press "Enter" to skip to content

Rapat Terbatas mengenai Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, 4 Desember 2019, di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sore hari ini akan dibahas mengenai pengelolaan cadangan beras pemerintah. Ini yang berurusan dengan beras.

Dan yang pertama, saya ingin melihat dari sisi ketersediaan produksi beras dalam negeri yang saya harapkan data produksi beras betul-betul riil dan terkonsolidasi. Misalnya, terkait dengan data luas bahan baku golongan sawah, nanti mungkin Pak Menteri Pertanian atau Pak Menteri ATR bisa menyampaikan. Sehingga kita betul-betul memiliki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan dan tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah-langkah perbaikan yang akan kita lakukan.

Yang kedua, yang berkaitan dengan manajemen logistik perberasan kita. Kita tahu, produksi beras tidak merata di seluruh wilayah tanah air. Setiap pulau ada yang surplus tapi juga ada yang defisit, sehingga aspek ketersediaan menjadi hal yang sangat penting. Juga keterjangkauan terhadap pasokan juga sangat penting. Dan saya melihat kuncinya adalah efisiensi dan kehandalan dalam manajemen logistik kita.

Yang ketiga, saya juga minta dibenahi yang terkait dengan manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah. Penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan harus jauh-jauh hari harus kita pikirkan dan diputuskan. Di samping meningkatkan biaya perawatan juga akan berpotensi menurunkan mutu dari beras yang ada.

Oleh sebab itu, saya minta regulasi dan manajemennya segera diselesaikan dan dibereskan. Dan dibuat pola-pola baru, terobosan baru sehingga tidak justru menjadi beban bagi Bulog.

Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan.

%d blogger menyukai ini: