Press "Enter" to skip to content

Scaling pada Tim Engineering; Kapan dan Bagaimana Melakukannya?

Pernahkah kamu mendengar istilah premature scaling? Di ranah startup dan pengembangan produk digital, premature scaling—pertumbuhan secara prematur—terjadi ketika perusahaan atau organisasi berkembang lebih cepat dari kesiapan produk dan dirimu sendiri.

Hasil studi konsultan Startup Genome menemukan bahwa sekitar tujuh puluh persen startup telah melakukan scaling secara prematur. Langkah ini dipicu oleh beberapa hal, seperti: merekrut banyak orang terlalu dini, terlalu banyak manajer, hingga menerapkan lebih dari satu tingkat hierarki.

Kapan saat yang tepat untuk melakukan scaling pada tim engineering

Ketika produk milikmu terus tumbuh, melakukan scaling pada tim engineering merupakan salah satu opsi yang realistis. Namun, kamu tidak perlu terburu-buru untuk memperbesar jumlah anggota tim. Ada beberapa indikasi yang perlu kamu cermati sebelum memutuskan untuk melakukan scaling:

  • Startup mengalami pertumbuhan,
  • Produk berkembang secara horizontal; misalnya dalam bentuk fitur-fitur baru,
  • Pemasaran yang kuat, tetapi produk masih buruk secara teknis,
  • Tidak mampu menangani seluruh proyek, serta
  • Terus-menerus gagal memenuhi tenggat waktu.

Mengenai kapan untuk melakukan scaling, kamu bisa belajar dari salah satu e-commerce terbesar di dunia, yaitu Amazon. Berawal dari toko buku online yang bermarkas di garasi, perusahaan yang didirikan Jeff Bezos ini tidak terburu-buru dalam melakukan scaling.

Mereka cukup berhati-hati dan lebih berfokus pada upaya mendominasi pasar. Baru setelah mengalami sibuknya pekerjaan di waktu libur natal, mereka bertekad untuk tidak berhemat dalam urusan merekrut karyawan musiman.

Jika saat ini kamu merasa perlu meningkatkan jumlah anggota tim kamu, ada beberapa tip yang perlu kamu perhatikan.

Carilah ahli yang bisa mendorong tim terus maju

Engineering Director Facebook, Tim Howes, sempat berbagi pengalaman dan tip melakukan scaling di acara First Round CTO Summit. Berdasarkan pengalamannya memimpin tim engineering pada beberapa startup sebelum bekerja di Facebook, memahami psikologi dan cara mengelola sumber daya manusia (SDM) merupakan langkah yang amat krusial.

PDC Scaling pada Tim Engineering|Tom Howes

Engineering Director Facebook, Tim Howes, di First Round CTO Summit. Sumber: First Round

Howes mengidentifikasi tiga penyesuaian yang perlu dipertimbangkan saat melakukan scaling tim engineering:

  • Memiliki engineer ahli merupakan suatu keunggulan, tetapi itu saja tidak cukup. Peningkatan jumlah anggota tim dalam perusahaan lebih membutuhkan orang yang punya inisiatif membagikan insight kepada timnya, bukan sekadar ahli dalam pekerjaannya.
  • Tak hanya memecahkan masalah, tim engineer dalam perusahaan yang melakukan scaling juga dituntut untuk bisa mengukur dan menganalisis penyebab masalah muncul daripada sekadar mengidentifikasi dan menanganinya.
  • Semakin besar perusahaanmu, kamu memerlukan engineer yang memiliki skill yang bagus, sekaligus sanggup menularkannya secara cepat kepada seluruh anggota tim.

Jika kamu melihat seseorang dengan pengaruh seperti ini, beri mereka penghargaan dan sediakan platform agar ia bisa melakukan lebih banyak lagi.

Tim Howes,
Engineering Director Facebook

Pentingnya soft skill, culture, dan komunikasi yang efektif

Sejalan dengan peningkatan jumlah anggota tim engineering di perusahaanmu, kamu perlu menemukan cara yang tepat untuk menanamkan soft skill, culture, dan pola komunikasi yang efektif.

Perusahaan penyedia infrastruktur sistem pembayaran, Stripe, membagikan strategi untuk membiasakan hal tersebut kepada para anggota baru:

  • Untuk seluruh karyawan baru, Stripe mengadakan Stripe 101, yaitu program orientasi umum yang memungkinkan mereka untuk mengenal perusahaan sekaligus berkolaborasi dengan karyawan dalam berbagai fungsi.
  • Bagi anggota engineering, Stripe telah menyiapkan panduan khusus mengenai beberapa tool, seperti GitHub atau JIRA, serta aktivitas umum lain seperti review kode pemrograman. Penyediaan panduan ini bertujuan mempermudah tiap anggota tim untuk menyetujui proses di tahap awal pengembangan, meminimalkan persetujuan secara lisan, serta mempercepat proses scaling.
PDC Scaling pada Tim Engineering|Image 1

Sumber: Pexels

Pendekatan berbeda untuk tiap tim

Setiap perusahaan tentunya memiliki strategi yang tidak selalu sama dalam melakukan scaling terhadap tim engineering masing-masing. Beberapa tip di atas bisa jadi kurang sesuai untuk diterapkan pada tim pengembangan produkmu.

Namun, tidak ada salahnya jika kamu mempelajari strategi yang berbeda di setiap perusahaan, sehingga kamu bisa menemukan kiat yang paling tepat untuk melakukan scaling pada tim kamu.

Ingin lebih banyak tip terkait scaling pada tim engineering?

Di Tech in Asia Product Development Conference 2019 (TIA PDC 2019) yang akan berlangsung pada 3 dan 4 Juli 2019 nanti, kamu bisa mempelajari strategi scaling pada tim engineering di track Product Leadership. Chief Technology Officer Kudo, Panji Gautama, akan membawakan sesi bertajuk 5 to 10 Times in 2+ Years: Scaling The Engineering Organization.

Dalam sesi ini, Panji akan berbagi pengalaman tentang bagaimana ia melakukan scaling pada tim engineering yang dipimpinnya, dahulu dan sekarang. Insight dan best practice mulai dari rekrutmen, pengelolaan SDM, organisasi, hingga cara mempertahankan kualitas dan kinerja tim engineering, bisa kamu dapatkan di sesi ini.

Siap bergabung dengan ribuan penggiat teknologi lainnya?
Kabar gembiranya, kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkan tiket TIA PDC 2019 dengan potongan harga hingga Rp500.000-an. Sayangnya, promo ini hanya berlangsung hingga 31 Mei 2019 pukul 23.59 WIB. Jadi, segera pesan tiketmu sebelum promo ini berakhir, ya!

button tiapdc2019(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Scaling pada Tim Engineering; Kapan dan Bagaimana Melakukannya? appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: