Press "Enter" to skip to content

Simak Online Jadi Pemenang Kompetisi Pitching Arena di Tech in Asia Conference 2019

Ajang tahunan Tech in Asia Conference 2019 yang digelar di Jakarta 8-9 Oktober 2019 kembali menghadirkan Arena, kompetisi pitching untuk startup di Asia.

Dengan dukungan program Surge dari Sequoia Capital India, kompetisi Arena memperebutkan hadiah total US$8.000 (sekitar Rp113 juta). Lima startup dari berbagai negara terpilih sebagai peserta pada kompetisi tahun ini, antara lain dari Indonesia, Thailand, dan Singapura.

Simak Online, startup dari Indonesia yang menawarkan sistem manajemen sekolah terpadu asal Indonesia menjadi kampiun di ajang ini.

Berikut profil Simak Online dan para peserta lain di kompetisi Arena 2019.


Simak Online (Indonesia, Juara pertama)

Sistem Informasi Akademik Sekolah (Simak) Online merupakan platform terintegrasi yang bisa digunakan oleh manajemen sekolah, guru, siswa, dan wali siswa untuk kemudahan administrasi sekolah. Sejak diluncurkan pada Juli 2018, platform yang bisa dipakai untuk semua jenjang pendidikan sekolah ini telah digunakan di ratusan sekolah.

“Dalam enam bulan terakhir revenue kami di kisaran US$23.000 (Rp325 juta). Tahun depan kami menargetkan Simak Online dipakai di 3.000 sekolah hingga 15.000 sekolah di 2023,” kata CEO Simak Online Rizki Akmanda.

Wisible (Thailand, Juara kedua)

Wisible yang didirikan pada Agustus 2018 di Bangkok menawarkan aplikasi  pengelolaan hubungan perusahaan dengan konsumen (customer relationship management/CRM) tingkat lanjut berbasis kecerdasan buatan, antara lain berupa smart assistant.

“Aplikasi ini akan membantu hubungan korporasi dengan pelanggan pada level business to business (B2B) untuk mendorong penjualan, mempersingkat siklus penjualan, serta meningkatkan akurasi proyeksi penjualan (forecast) secara real time,” kata Founder Wisible Saroj Ativitavas.

Sejak berdiri pada 2015, Saroj mengklaim aplikasinya telah berhasil mengelola kesepakatan bisnis senilai US$32 juta (Rp452 miliar) milik ratusan klien mereka. Angka itu berasal dari layanan yang diklaim menghasilkan 60 persen perbaikan data CRM, memperpendek siklus penjualan hingga 20 persen, serta menurunkan peluang kesepakatan bisnis yang gagal sekitar 20 persen.

Halofina (Indonesia, Juara ketiga)

Halofina adalah startup asal Bandung yang mulai beroperasi sejak 2017. Mereka menawarkan asistensi bagi generasi milenial untuk menata alokasi keuangan masing-masing.

Jumlah pengguna terdaftar Halofina saat ini diklaim mencapai 9.000 orang, dengan rata-rata usia 27 tahun. Sejak akhir Maret 2019 hingga kini, nilai transaksi Halofina disebut telah mencapai lebih dari Rp730 miliar. 

“Bagi kami kompetisi Arena adalah ajang bergengsi untuk startup di Asia Tenggara. Dengan penghargaan ini, kami terpacu untuk untuk terus berkarya mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” kata CEO and Founder Halofina Adjie Wicaksana.

QueQ (Thailand)

QueQ adalah aplikasi penyedia layanan antrean virtual yang telah berekspansi ke Malaysia, Taiwan, dan tengah menyasar Indonesia. Aplikasi yang digagas Rungsun Joh Prompasith pada 2015 itu memungkinkan para penggunanya untuk mengantre di tempat makan, pusat belanja, hingga rumah sakit hanya dengan menekan tombol aplikasi yang terpasang di gawai masing-masing.

Meiro (Singapura)

Meiro adalah aplikasi yang menghubungkan dan mengonsolidasikan data pelanggan dari setiap titik kontakdaring dan luringdalam satu tampilan. Para pengguna bisnis bisa memakai informasi ini untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience), profitabilitas, memaksimalkan nilai pelanggan hingga memahami perilaku pelanggan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Simak Online Jadi Pemenang Kompetisi Pitching Arena di Tech in Asia Conference 2019 appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: