Press "Enter" to skip to content

Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di DPR, Moeldoko: Seribu Hari Pertama Kehidupan Adalah Golden Age

JAKARTA – Pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Jangan sampai stunting, kematian ibu atau kematian bayi meningkat.

Penekanan Presiden Jokowi di atas menunjukkan betapa kualitas SDM sangat tergantung pada kesehatan bayi dan ibu hamil.

Di Indonesia, kesehatan bayi, khususnya stunting masih menjadi masalah yang perlu segera diatasi. “Berbicara stunting adalah berbicara masa depan masyarakat Indonesia,” ungkap Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko SIP saat memberikan sambutan kunci pada seminar strategi penurunan stunting di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

Seminar ini dihadiri oleh pimpinan DPR Dr. H. Fadli Zon, S.S, MSc, Ketua Kaukus Kesehatan DPR Dr. Suir Syam, M. Kes, MMR, Ketua Komisi IX DPR, perwakilan Kemenkes, Kepala BKKBN, dan perwakilan Bupati, serta para pegiat kesehatan dan bertujuan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menurunkan stunting.dp5

Seperti kita ketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah 2 tahun yang disebabkan kurang gizi kronis. Hal tersebut terjadi saat anak dalam kandungan hingga mencapai usia 2 tahun.

“Jadi seribu hari pertama adalah golden age, kalau kita teledor, stunting menyebabkan otak anak sulit berkembang dan tubuh sulit tumbuh dengan sempurna,” jelas Kastaf.

Itulah sebabnya investasi sumber daya manusia perlu dilakukan sejak anak berada dalam kandungan. Penanganan stunting tidak saja dari sisi gizi, tetapi juga dari soal pola hidup, dan lingkungan.

“Kalau anak-anak kita jambannya nggak diurus, nanti bisa cacingan. Jika pola asuh nggak kita bereskan, dan hanya diserahkan pembantu, bisa berimbas ke pola makan asal-asalan,” paparnya.

Lima Indikator Indonesia Maju

dp3Menurut Moeldoko, pola makan anak-anak bakal diarahkan pada makanan lokal yang di up grade dengan memerhatikan nilai gizi yang baik.

Dalam paparan yang mengambil topik Penurunan Stunting dalam Membangun SDM Unggul Indonesia Maju dikatakan, membangun sumber daya manusia adalah investasi. Karena SDM adalah human capital.

Itulah sebabnya dalam programnya pemerintahan Jokowi pada lima tahun pertama memberikan bantuan kesehatan bagi 98,2 juta jiwa dalam bentuk Kartu Indonesia Sehat. Pemberian akses pendidikan untuk hampir 10 juta orang.

Pemerintah juga tengah menyusun konsep manajemen talenta nasional. Intinya, bagaimana berbagai talenta yang dipunyai bangsa ini bisa dikapitalisasi untuk kemajuan bangsa.

Selain itu, tengah disiapkan kartu Prakerja bagi mereka yang belum mendapat pekerjaan dalam rentang usia 19-24 tahun yang berjumlah sekitar 3 juta orang. Agar mereka yang belum bekerja mendapat keterampilan sesuai standar dunia kerja.

dp4
Mereka akan dikursuskan dengan biaya pemerintah dan dalam masa tenggang 2-3 bulan mencari kerja usai kursus mendapat uang saku.

Pada akhirnya yang ingin dicapai adalah Indonesia maju yang ditandai oleh lima indikator. Yakni, pertama tidak satupun masyarakat tertinggal, semua warga negara mempunyai kesempatan yang sama meraih cita-cita.

Kedua, demokrasi, di mana siapa pun bisa menikmati hasil-hasilnya.

Ketiga, Indonesia yang setiap warganya memiliki hak yang sama di depan hukum.

Keempat, Indonesia yang menguasai iptek yang sejajar dengan negara lain.

Kelima, menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dari lingkungan yang kompetitif.

Go to Source
Author: editor 3

Follow me

Mas Bejo

Digitalpreneur dan sociopreneur untuk IndonesiaMaking 4.0. Ketua Bara JP Gresik. Ketua BARKOD Gresik. Founder Yasiam.web.id.
Mas Bejo
Follow me
%d blogger menyukai ini: