Press "Enter" to skip to content

Telepon Presiden Xi Jinping, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita dan Simpati terhadap Korban Virus Corona

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai pelantikan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/2). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita dan simpati terhadap para korban Virus Corona yang ada di Tiongkok melalui sambungan telepon kepada Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping.

”Ya, jadi  tadi malam jam setengah delapan saya berbicara melalui telepon dengan Presiden RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Presiden Xi Jinping,” tutur Presiden Jokowi usai pelantikan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/2).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia akan selalu bersama dengan RRT dalam masa yang sulit seperti ini.

”Saya juga menyampaikan bahwa Indonesia yakin RRT bisa menyelesaikan masalah Virus Corona ini dalam waktu yang secepat-cepatnya dan juga saya menawarkan, apabila diperlukan bantuan-bantuan untuk mempercepat penanganan, saya sampaikan Indonesia siap untuk memberikan bantuan,” kata Presiden.

Toleransi Beragama

Soal intoleransi, Presiden telah menyampaikan bahwa konstitusi menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya. Ia menambahkan bahwa konstitusi di Indonesia memberikan payung kepada seluruh rakyat, seluruh masyarakat.

“Tadi juga saya sudah perintahkan kepada Menko Polhukam, kepada Kapolri untuk menjamin terlaksananya kebebasan dalam beribadah dan menindak tegas kelompok-kelompok atau masyarakat yang mengganggu berjalannya sesuai dengan jaminan konstitusi yang tadi saya sampaikan. Jadi jangan sampai intoleransi itu ada,” ujarnya.

Kepala Negara berharap mestinya daerah itu bisa menyelesaikan ini. Karena tidak ada pergerakan di daerah, Presiden mengaku telah perintahkan kepada Menko Polhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan, baik yang berkaitan dengan gereja yang ada di Karimun, di Tanjung Balai, maupun masjid yang ada di Minahasa Utara.

”Harus dirampungkan karena ini menjadi preseden yang tidak baik, mungkin nanti bisa menjalar ke daerah lain,” pungkas Presiden. (FID/EN)

 

%d blogger menyukai ini: