Press "Enter" to skip to content

Tidak Tahu Terima Kasih dan Kesombongan : 5% Ndasmu.

Kosakata ndasmu itu jelas sebuah penghinaan luar biasa. Sarkasme kata yang mewakili super-ego yang tidak bisa melihat fakta bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di negara anggota G20.


Hanya bisa berangan-angan dan berbayang-bayang, tidak realistis solusinya seperti paparan RR yang ingin 8% adalah bahasa jualan politik
janji surga hampa. Asal Bapak RR tahu semua yang ide bapak yang paparkan sudah dilakukan oleh Pemerintah jauh sebelum Bapak mencari panggung dan sensasi politik demi kubu sebelah.


Lihatlah Banyubang di Solokuro Lamongan, H Solahuddin ajudan KH Ma’ruf Amin sudah melakukan inovasi 10ton per hektar panen jagung bibit unggul.


Ekonomi dunia yang melambat adalah faktor global yang tidak serta merta bisa menjadikan sebuah negara semaunya sendiri menarget patok pertumbuhan ekonominya.


Pembangunan yang dilakukan di era Presiden Jokowi adalah sebuah prestasi luar biasa, rekam jejak beliau sebagai walikota Solo sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kepiawaian beliau dalam memimpin negara.


Tidak berterimakasih tidak mengapa, walau Anda adalah seorang warganegara yang ikut menikmati damainya hidup di Indonesia. Tanpa perang antar sekte dan agama yang di pelopori khawarij yang mengaku-ngaku aswaja.
Namun menghina dan melecehkan Kepala Negara, ada yang rusak di dada dan kepala Anda.

Gus Fik
Follow me

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: