Press "Enter" to skip to content

Tips Menabung dengan ‘Gaji Kecil’ yang anti gagal

6 Tips Menabung Dengan Gaji Kecil, Karena Yang Besar Diawali Dari Yang Kecil
Memiliki penghasilan yang minim bukan berarti menjadi alasan bagi Anda untuk tidak bisa menabung. Karena, meskipun gaji Anda kecil, Anda tetap masih bisa menabung, hanya saja Anda memerlukan cara yang tepat. Berikut ini adalah Tips Menabung Dengan Gaji Kecil yang bisa Anda ikuti.

Gaji bulanan Anda mungkin tergolong kecil dan membuat Anda sulit untuk menabung. Jangankan untuk menabung, mencukupi kebutuhan selama sebulan saja susah sekali.
Tenang, mulailah berpikir jernih dan bijak. Anda masih memiliki kesempatan untuk menabung meskipun gaji Anda terbilang kecil. Tetapi, untuk berhasil, Anda perlu mengetahui cara yang tepat dan efektif.
Terdapat banyak cara menabung yang bisa Anda coba dengan memanfaatkan gaji yang kecil, namun, pada pembahasan kali ini, kami hanya akan merangkumnya ke dalam 6 Tips Menabung Dengan Gaji Kecil yang efektif dan efisien. Mau tahu seperti apa tipsnya ?

Berikut ini adalah Tips Menabung Dengan Gaji Kecil yang bisa Anda terapkan di kehidupan sehari – hari.

 

Menyusun target pribadi

Anda bisa memulai menyusun target pribadi untuk mengatur keuangan Anda secara lebih cermat. Tetapkan berapa nominal uang yang ingin Anda tabung dan pisahkan dengan uang yang akan Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan.
Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah untuk menabung karena Anda telah merencanakan jumlah nominal yang akan Anda sisihkan dari total penghasilan yang Anda terima tiap bulannya.
Anda bisa mulai dari jumlah yang kecil terlebih dahulu, misalnya Rp. 50 ribu. Jika Anda berhasil menghemat sebanyak Rp. 50 ribu dalam sebulan, maka Anda bisa meningkatkan jumlah uang yang ingin Anda tabung menjadi Rp. 100 ribu per bulannya dan begitulah seterusnya hingga Anda mengetahui mana yang terbaik untuk Anda.

Menabung rutin setiap hari

Tips Menabung Dengan Gaji Kecil berikutnya ialah dengan menabung setiap hari. Caranya bagaimana ?
Caranya ialah dengan menghemat pengeluaran Anda setiap harinya. Sebagai contoh misalnya, Anda setiap hari biasa menghabiskan uang sebanyak Rp. 50 ribu, maka Anda bisa memangkas pengeluaran harian tersebut menjadi hanya sebesar Rp. 40 ribu. Maka, dengan begitu saja Anda sudah bisa menghemat sebanyak Rp. 10 ribu setiap harinya.

Sisihkan uang Rp. 10 ribu tersebut untuk ditabung dan tunggu hingga sebulan penuh. Jika, tidak ada halangan, maka Anda akan bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp. 300 ribu selama sebulan.
Jika, Anda terus melakukan penghematan tersebut secara rutin setiap bulannya, kemungkinan jumlah tabungan Anda bisa mencapai Rp. 900 ribu dalam waktu 3 bulan. Penghematan yang luar biasa bukan ?

Miliki dua rekening berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula

Jika cara tersebut masih belum berhasil, Anda mungkin bisa mencoba cara yang berikut ini, yaitu membuat 2 rekening bank.
Memiliki 2 rekening bank bisa membantu Anda untuk membatasi pengeluaran harian dan pengeluaran bulanan agar menjadi lebih teratur. Bagaimana cara kerjanya ?
Pertama, Anda perlu memisahkan antara uang yang ingin Anda tabung dengan uang untuk memenuhi kebutuhan bulanan di 2 rekening yang berbeda. Untuk menyimpan uang yang ingin Anda tabung, pilihlah rekening yang memiliki potongan kecil atau tidak sama sekali serta jangan buatkan kartu ATM. Hal ini bertujuan agar Anda tidak bisa dengan mudah menarik uang yang telah Anda tabung tersebut.
Di lain sisi, simpanlah jumlah uang yang telah Anda tetapkan untuk kebutuhan sehari – hari pada rekening yang berbeda. Hal tersebut akan membuat Anda terdorong untuk memanfaatkan sejumlah uang yang ada pada rekening tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan, baik cukup atau tidak.
Sedikit memaksa, tetapi cara ini memang lebih efisien untuk membatasi pengeluaran Anda yang berlebihan.

Hindari kartu kredit

Bukan hanya kartu ATM, penggunaan kartu kredit juga perlu Anda hindari. Jika, Anda menggunakan kartu kredit, hal itu justru bisa membuat Anda semakin boros, karena Anda akan lebih mudah tergoda untuk membeli barang – barang yang Anda inginkan.
Padahal, barang – barang tersebut bukan termasuk barang yang penting, tetapi Anda tidak memperdulikan itu karena Anda bisa membelinya dengan mudah dengan menggunakan kartu kredit setiap saat.
Jika Anda berniat untuk hidup hemat, maka Anda perlu untuk menghindari kebiasaan menggunakan kartu kredit. Mungkin akan cukup sulit, namun Anda bisa melakukannya dengan perlahan – lahan. Misalnya, jika Anda biasa menggunakan kartu kredit sebanyak 5 kali dalam sebulan, maka Anda bisa mengurangi frekuensinya dengan membatasi penggunaan sebanyak 3 kali saja.
Di bulan berikutnya, Anda bisa mengurangi kembali penggunaan kartu kredit menjadi dua kali dalam sebulan. Batasi terus penggunaan tersebut hingga Anda merasa cukup.
Jika Anda merasa bahwa penggunaan kartu kredit membuat Anda semakin merugi, maka lebih baik Anda memutuskan untuk tidak menggunakan kartu kredit sama sekali. Dengan demikian, Anda akan belajar untuk memprioritaskan hal – hal yang lebih penting dibandingkan menghabiskan uang untuk membeli barang – barang yang kurang penting.

Siapkan dana darurat di awal bulan

Lebih baik Anda langsung menyiapkan dana darurat di awal bulan dibanding akhir bulan. Mengapa begitu ?
Menyiapkan dana darurat di awal bulan dapat memudahkan Anda untuk mengatur keuangan Anda secara keseluruhan. Itu karena pada awal bulan, gaji Anda masih utuh dan belum banyak terpakai, sehingga Anda bisa mengatur keuangan Anda secara lebih bebas dan leluasa.
Menyiapkan dana darurat di awal bulan juga memungkinkan Anda untuk dapat mengatur budget bulanan dengan baik tanpa harus mengganggu tabungan yang Anda simpan.

Mulai berpikir dewasa dan berinvestasi

Berapapun umur Anda, tidak ada kata terlalu muda atau terlambat untuk memulai yang namanya investasi.
Anda bisa memulai investasi kecil – kecilan dengan menyisihkan sebagian penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya. Salah satu contoh investasi yang cocok untuk pemula ialah investasi emas. Emas memiliki harga yang cukup stabil dan bersifat fleksibel yang artinya Anda bisa memulai investasi dengan menyesuaikan budget yang Anda miliki.
Selain melalui pegadaian dan antam, Anda juga bisa memulai investasi emas secara online melalui berbagai situs online, seperti tokopedia, bukalapak, dan lain sebagainya. Prosedur investasi emas di tiap situs online biasanya tidak jauh berbeda, yaitu dimulai dengan registrasi atau pendaftaran online lalu top – up dana.
Investasi minimal yang diterapkan masing – masing situs juga umumnya tidak terlalu tinggi, bahkan bisa jauh lebih kecil dibandingkan dengan investasi emas di pegadaian. Contohnya, Anda diperbolehkan untuk membeli emas seberat 0,005 gram di situs online tertentu.
Kini, Anda tidak perlu lagi terpaku pada modal yang besar karena kenyataannya Anda bisa memulai investasi dengan modal yang kecil.
Bagaimana?
Itulah 6 Tips Menabung Dengan Gaji Kecil yang bisa Anda terapkan di kehidupan sehari – hari.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: