Press "Enter" to skip to content

Traveloka Siapkan Strategi Exit dengan IPO di Dua Negara

Salah satu unikorn Indonesia yang fokus pada segmen travel, Traveloka dikabarkan tengah menyiapkan strategi exit berupa penawaran saham perdana atau IPO di dua tempat berbeda (dual-listing). Langkah ini akan diambil dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun mendatang.

Selain akan listing di Bursa Efek Indonesia, Traveloka juga menyatakan kemungkinannya untuk melakukan IPO di Amerika Serikat. Di mana terdapat banyak perusahaan teknologi dunia yang juga melakukan hal yang sama.

Co-Founder dan CEO Traveloka Ferry Unardi dalam wawancaranya dengan Bloomberg baru-baru ini menyatakan, bisnis utama perusahaannya yang semula merupakan Online Travel Agent (OTA) telah cukup berkelanjutan, dan pihaknya berharap dapat segera meraih keuntungan dalam waktu dekat.

Meski demikian, Traveloka masih ingin memperluas ekspansinya khususnya di vertikal gaya hidup dan finansial. Alasan inilah yang membuat perusahaannya masih menggalang dana sekitar US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun dari calon investor.

Ferry mengatakan Traveloka cukup selektif dalam memilih investor maupun mitra strategis. Saat ini calon investor yang tengah dicari difokuskan kepada institusi yang dapat mendukung visi jangka panjang perusahaan di bidang gaya hidup dan finansial.

Bisnis utama kami sedang di tahap yang cukup stabil.

Ferry Unardi,
Co-Founder dan CEO Traveloka

Oleh karenanya kata Ferry, dalam penggalangan dana selanjutnya mereka berusaha mencari mitra yang dapat membantu bisnis baru Traveloka untuk tumbuh. Khususnya pada sektor gaya hidup dan finansial untuk jangka panjang.

Seperti diketahui, di vertikal gaya hidup, Traveloka telah meluncurkan fitur terbaru Traveloka Xperience mencakup tiket taman hiburan, bioskop, spa, dan lainnya. Untuk memperkuat ekspansinya, Traveloka juga menanamkan investasinya untuk startup penyelenggara event asal Singapura PouchNATION.

Sementara di vertikal finansial, Traveloka tengah gencar mengembangkan fitur pay later yang bekerja sama dengan perbankan dan insitusi finansial.

“Dalam hal model bisnis, kami memiliki model bisnis yang telah jelas ke arah profitablitas dibandingkan unikorn lainnya. Mungkin bisa lebih cepat dari 2 tahun [mencapai keuntungan],” tambahnya.

Tak hanya Traveloka, sejumlah unikorn Indonesia lainnya seperti Tokopedia dan Bukalapak juga berniat melakukan strategi dual-listing dalam beberapa tahun ke depan. IPO dinilai dapat menjadi strategi exit bagi perusahaan teknologi yang ingin menerapkan transparansi atau good governance dalam pengelolaannya.

“Kami sudah berbicara beberapa kali dengan Bursa Efek Indonesia. Mereka sangat mendukung perusahaan teknologi, local champion untuk melantai di bursa. Pada saat yang sama kami juga mempertimbangkan dual listing di bursa efek global di mana terdapat banyak perusahaan teknologi yang juga menawarkan sahamnya,” ungkap Ferry.

Traveloka sejauh ini telah berekspansi ke enam negara yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Unikorn ini juga mengklaim memiliki lebih dari 35 juta pengguna aktif setiap bulannya.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Traveloka Siapkan Strategi Exit dengan IPO di Dua Negara appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: