Press "Enter" to skip to content

[Update] Kumpulan Program Inkubator dan Akselerator Startup di Indonesia

(Update 11 Oktober 2019: Kami menambahkan beberapa program inkubasi dan akselerator baru, sekaligus menghapus beberapa yang sudah tidak aktif lagi.)

Di samping investor, keberadaan program inkubasi dan akselerator merupakan faktor penggerak tumbuhnya ekosistem startup teknologi . Meski secara garis besar berbeda, kedua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat perkembangan startup, terutama dari segi kesiapan model bisnis, penyempurnaan konsep produk, dan lain-lain.

Program inkubator biasanya memiliki jangka waktu yang lebih lama dibandingkan akselerator, yaitu enam bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan program tersebut tak hanya menerima tim atau startup yang telah memiliki produk, tapi juga menerima ide yang masih mentah sehingga juga memerlukan proses validasi ide, produk, dan juga pasar.

Berbeda dengan inkubator, program akselerator biasanya berlangsung lebih cepat, yakni sekitar tiga bulan atau lebih. Hal ini dimungkinkan karena akselerator lebih cenderung menerima startup yang sudah memiliki produk. Program akselerator biasanya akan membantu startup memaksimalkan potensi produk mereka agar semakin siap di pasaran.

Di Indonesia sendiri sudah ada sejumlah program inkubator dan akselerator yang siap membantu perkembangan startup tanah air. Kali ini, Tech in Asia telah merangkum daftar program inkubator dan akselerator yang masih aktif di negara ini.

Inkubator startup

Indigo Incubator

Indigo batch 2 | Foto

Indigo Incubator merupakan program inkubator dari Telkom yang telah dimulai sejak tahun 2013. Indigo Incubator menyelenggarakan dua batch setiap tahunnya. Setiap batch di program ini berlangsung selama enam bulan. Startup yang terpilih akan diberikan pendanaan tahap awal dan mentoring serta mengikuti inkubasi di Bandung Digital Valley atau Jogja Digital Valley.

Setiap tahun, Indigo Incubator memiliki tema khusus dan mencari startup dengan kategori tertentu. Beberapa nama yang sempat menjadi peserta Indigo Incubator adalah Jarvis StoreHyjabs, dan Kakatu.

Kolaborasi

Kolaborasi | Screenshot

Program inkubasi asal Bandung ini diperuntukkan bagi pelaku bisnis di dunia online maupun offline. Kolaborasi telah beroperasi sejak Maret 2013 dan sejauh ini telah menaungi sejumlah startup lokal seperti Mata Ilmu, Crowde, dan Collective Found. Untuk mengetahui lebih lanjut, kamu bisa membaca ulasan kami tentang mengenai program Kolaborasi di sini.

Start Surabaya

Start Surabaya | Screenshot

Sesuai namanya, Startup Surabaya merupakan program yang diselenggarakan secara berkala untuk para pelaku startup di Surabaya. Diluncurkan pada bulan November tahun lalu, StartSurabaya dikelola oleh Kibar bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Program inkubator ini diprioritaskan untuk penduduk yang memiliki KTP Surabaya, tapi juga tidak menutup kemungkinan bagi warga negara Indonesia lainnya. Tim atau startup yang terpilih akan mengikuti program inkubasi selama tiga bulan. Di akhir program, para peserta diharapkan siap meluncurkan produk mereka ke pasaran.

Skystar Ventures

SkyStar | Photo

Skystar Ventures merupakan program inkubator yang dikembangkan oleh Kompas Gramedia Group bersama dengan Universitas Multimedia Nusantara yang diluncurkan akhir tahun 2013. Inkubator ini berfokus mengajarkan startup mengenai produk dan layanan yang berkaitan dengan digital media yang meliputi industri distribusi konten, media sosial, dan e-commerce.

SkyStar Ventures akan menginkubasi startup selama empat bulan dari tahap pembuatan ide sampai membuat produk versi beta. Selain dibantu dalam hal pendanaan dan pengembangan bisnis, peserta inkubasi juga akan memperoleh network dan fasilitas co-working di New Media Tower milik UMN di kota Tangerang.

 

IDX Incubator

IDX Incubator | Photo

IDX Incubator merupakan program inkubasi yang dibentuk oleh lembaga Bursa Saham Indonesia atau Indonesian Stock Exchange (IDX). Program yang baru diluncurkan pada awal 2017 ini menawarkan program bimbingan usaha melalui kegiatan mentoring, serta akses ke sejumlah investor dan perusahaan tercatat di bursa saham. Beberapa fasilitas yang disediakan di IDX Incubator antara lain ruang kerja, loker, ruang rapat, ruang pelatihan dan high-speed internet.

BNV Labs

BNVLab | Photo

Inkubator startup yang diluncurkan mulai tanggal 2 Maret 2017 ini merupakan kolaborasi antara Bank Bukopin bersama dengan Kibar. Tujuan didirikannya BNVLabs sendiri adalah membangun tim inovasi yang berfungsi menghubungkan Bank Bukopin dengan para penggiat fintech di tanah air.

Untuk memperkokoh program inkubasi mereka, BNVLabs juga menggandeng sejumlah startup lokal yang telah berhasil meluncurkan produk mereka di pasaran. Beberapa startup tersebut antara lain Jojonomic, eFishery, 8Villages, Reblood, Riliv, Pasienia, Olride, dan Iwak.

Antler

Antler merupakan inkubator startup multinasional yang turut memperluas jangkauan program mereka ke Indonesia di tahun 2020. Sejak memulai debut program pertamanya di Singapura, Antler telah memiliki sejumlah partisipan asal Indonesia yang tergabung dalam program pertamanya di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini sudah ada beberapa startup Indonesia yang dihasilkan melalui program Antler di Singapura yakni Sampingan, Base, Robin, Bubays, dan juga Motoran yang didirikan oleh mantan Co-head layanan GoTix milik GOJEK.


Akselerator startup

Jakarta Founder Institute

Founder Institute | Photo

Jakarta Founder Institute (JFI) merupakan cabang dari program The Founder Institute yang masih aktif di Indonesia. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2011, program ini telah meluluskan berbagai macam startup. Bahkan boleh dibilang JFI merupakan program akselerasi paling lama di tanah air.

Alpha Startup

Alpha Startup | Photo

Alpha Startup adalah program inkubasi yang dibentuk oleh perusahaan modal ventura asal Malaysia, 1337 (dibaca “leet”) Ventures bersama dengan BaiduGobi Partners, serta perusahaan modal ventura lokal, Convergence Ventures. Di awal kemunculannya, program inkubasi ini membuka pendaftaran dengan cara mengirimkan video pitching berisikan ide yang ingin coba divalidasi peserta. Jika lolos, peserta berkesempatan untuk memasuki tahapan penyaringan yang akan diakhiri dengan program mentoring selama tiga bulan.

Google Launchpad Accelerator

Google Launchpad | Photo

Program akselerator yang dikelola oleh raksasa perusahaan internet, Google ini dibuat untuk mengembangkan startup-startup yang telah berjalan dan punya potensi untuk berkembang lebih besar lagi.

Kelas pertama Google Launchpad sendiri dimulai pada Januari 2016. Beberapa nama startup yang telah menimba ilmu dalam program akselerator ini antara lain Jojonomic,  Kakatu,  HarukaEdu, Setipe, SircloKurio, eFishery, dan Seekmi.

GnB Accelerator

GnB Batch 2 Welcoming Event | Foto

Diprakarsai oleh Fenox VC bersama dengan Infocom Corporation, program akselerator ini menargetkan kalangan early-stage startup dengan menjanjikan akses ke sejumlah jaringan investor Fenox VC dan Infocom Corporation yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa nama startup yang menjadi alumni program GnB Accelerator di antaranya adalah Ahlijasa, Paprika, Poplegal, TeleCTG, dan layanan car sharing-rental Hipcar.

Plug And Play Indonesia

Plug and Play Indonesia Batch 1 | Photo

Plug and Play (PNP) adalah akselerator asal Amerika Serikat yang tak hanya membuka program akselerasi startup saja tetapi juga membuka jalur bagi calon investor muda di tanah air. Akselerator yang dipimpin oleh Nayoko Wicaksono ini pada bulan Mei 2017 telah mengumumkan sejumlah startup yang berhasil lolos memasuki batch pertama mereka. Beberapa startup tersebut antara lain BrankasOtospectorSayurboxWonderlabs, dan lain-lain.

Remake City Jakarta

Remake City Jakarta adalah program akselerator yang diinisiasi Instellar bersama Cressive Partners Korea Selatan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem social enterprise di sejumlah kota di Asia, meliputi Seoul, Jakarta, dan Hanoi.

Program ini telah bertujuan menghubungkan startup terpilih dengan beberapa investor yang berminat, serta pemberian dana hibah sebesar US$35 ribu (sekitar Rp349 juta) untuk masing masing startup.


Pre-inkubator

BEKUP

Koordinator Mentor BEKUP 2017 | Photo

BEKUP sendiri adalah singkatan dari Bekraf for Pre-Startup (Bekup). Program pendidikan khusus untuk para calon founder startup alias pre-inkubator ini disiapkan untuk menjaring talenta entrepreneur saja, tetapi juga mempersiapkannya agar bisa mendirikan sebuah startup.

Program BEKUP sendiri terbuka untuk semua founder startup dengan kemampuan apa pun, baik yang hendak berkeinginan memulai maupun sudah menjalankan bisnisnya. Program inisiatif Badan Ekonomi Kreatif ini membidik beberapa kota besar di Indonesia antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.

Gerakan Nasional 1000 Startup Indonesia

Peluncuran Gerakan Nasional 1000 Startup Digital | Foto

Gerakan 1000 Startup Indonesia adalah program besutan Kibar dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).  Tujuan program tersebut selain untuk meningkatkan jumlah startup di sejumlah kota tetapi juga menggalakkan solusi penyelesaian masalah secara digital di beberapa wilayah negeri ini.

Dengan menargetkan 200 startup per tahun, program ini telah melakukan roadshow ke beberapa kota dan pada Oktober 2016 diklaim telah memperoleh lebih dari 12.000 pendaftar.

Shinhan Future’s Lab

Shinhan Future’s Lab Indonesia adalah kepanjangan tangan dari program akselerator asal Korea Selatan yang diinisiasi oleh Shinhan Financial. Pada bulan September 2019, Shinhan meresmikan ekspansi program akselerator mereka ke negara ini dengan menggaet startup jaringan co-working space CoHive sebagai mitra.

Pihak Shinhan telah berkomitmen untuk berinvestasi sekitar US$25 juta (sekitar Rp354 miliar) dalam kurun waktu lebih dari lima tahun untuk secara aktif mendukung startup inovatif yang terjaring melalui program ini.

SKALA

SKALA merupakan program akselerator startup yang dikelola Innovation Factory milik Salim Group bersama perusahaan modal ventura (VC) asal Singapura, Strive (dulunya Gree Ventures).

Pada Agustus 2018, untuk setiap startup yang lolos, SKALA akan memberikan investasi sebesar US$30.000 (sekitar Rp437 juta) untuk kepemilikan saham sebesar 5 persen. Startup yang potensial pun bisa mendapat pendanaan tambahan dari Strive.

Digitaraya

Digitaraya merupakan akselerator yang berdiri atas kerja sama antara Kibar dengan Google Developers Launchpad di tahun 2018 silam. Perusahaan ini kerap melakukan kolaborasi dengan beberapa entitas lokal lainnya dalam penyelenggaraan program akselerator dan mentorship, termasuk dari kalangan startup itu sendiri.

Sebelumnya Digitaraya menggandeng Tiket.com menyelenggarakan program akselerasi, khusus bagi startup yang bergerak di sektor pariwisata dari kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya itu, mereka juga turut menggaet Gojek untuk pengembangan program akselerasi bernama Gojek Xcelerate.

Grab Ventures Velocity

Grab Ventures Velocity (GVV) adalah program akselerator multinasional dari Grab yang bertujuan membantu startup yang saat ini berada di fase post-seed untuk berkembang lebih lanjut (scale-up).

Pihak Grab telah mengalokasikan dana sebesar Rp3 triliun untuk startup peserta GVV. Dana tersebut akan terbagi untuk peserta angkatan pertama, angkatan kedua, maupun angkatan yang akan datang. Dalam setiap gelombang pendaftaran, Grab selalu menentukan jenis kategori startup apa yang akan dihimpun untuk dijadikan sebagai objektif utama di setiap program akselerasi mereka.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post [Update] Kumpulan Program Inkubator dan Akselerator Startup di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: