Press "Enter" to skip to content

[UPDATE] Mengapa Perlu Mengembangkan Skill Sebelum Berkarier di Industri Teknologi

Nilai pasar ekonomi digital Asia Tenggara pada tahun 2025 mendatang diprediksi mencapai US$240 miliar (sekitar Rp3,3 kuadriliun). Studi dari Google dan Temasek mengindikasikan, Indonesia akan menjadi negara yang memimpin pertumbuhan ekonomi digital.

Pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara membuka kesempatan bagi banyak pihak, termasuk para mahasiswa yang tengah mendalami teknologi. Peluang bagi mahasiswa untuk berkarier di bidang teknologi pun makin terbuka lebar.

Sayangnya, untuk bisa sukses berkarier di industri teknologi, memperdalam ilmu lewat perkuliahan saja tidak cukup. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tahun 2017, hanya 7,4 persen dari 1,44 juta orang lulusan teknologi informasi yang bekerja di sektor teknologi.

Secara keseluruhan, Kemenaker menyatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan TI sebesar 17,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan TPT nasional sebesar 5,5 persen.

Skill kandidat belum sesuai dengan kebutuhan industri

Kepala Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Kemenaker Suhartono menyebut, salah satu penyebab sedikitnya lulusan TI yang bekerja sesuai sektor adalah kurikulum pendidikan yang belum memenuhi kebutuhan industri. Pendapat tersebut juga didukung oleh riset yang dilakukan Telstra, perusahaan induk dari TelkomTelstra. Sekitar 36 persen jajaran eksekutif perusahaan di Jakarta menganggap ketersediaan SDM di bidang bisnis digital sebagai kendala terbesar.

Studi yang dilakukan e-commerceIQ terhadap perusahaan-perusahaan teknologi di Asia menyebutkan, bidang teknologi—meliputi engineer, developer, dan programmer—termasuk dalam tiga kategori paling sulit untuk menemukan talenta yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dalam studinya, e-commerceIQ juga menyebutkan bahwa problem solving dan technical skills menjadi dua hal paling sulit ditemukan dalam diri kandidat. Keahlian lain yang sulit dicari mencakup strategic thinking, data analysis, hingga leadership.

Mengembangkan skill sesuai kebutuhan perusahaan

Salah satu cara meningkatkan skill di bidang teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan industri teknologi, adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan, workshop, ataupun meetup yang relevan. Bertemu langsung dengan para praktisi bisa membuatmu paham tren apa yang tengah berkembang di industri teknologi. Dengan begitu, kamu juga bisa mendapatkan best practice tentang bagaimana para praktisi mengembangkan produk digital masing-masing.

DANA, startup yang menyediakan layanan pembayaran digital serta transaksi nontunai, akan menggelar rangkaian acara bertajuk How We Built: Campus Series di beberapa kota besar Indonesia, seperti Medan, Bali, Bandung, dan Yogyakarta. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan untuk memacu para mahasiswa untuk meningkatkan skill mereka, supaya kelak bisa menjadi bekal saat bekerja di industri teknologi.

Dalam event kampus ini, DANA akan membagikan beragam insight tentang bagaimana startup ini mengembangkan produk digitalnya. Kamu yang tengah belajar atau memiliki ketertarikan di bidang teknologi, patut untuk mengikuti acara ini.

Campus Visit STMIK Primakara, Bali

Pada roadshow kali ini, DANA akan menggelar Campus Visit dengan topik “How We Built UX Design Process for e-Wallet Product”. Dua praktisi yang akan hadir sebagai pembicara antara lain:

Den dan Arik akan membagikan best practice terkait bagaimana DANA mengembangkan UX design yang sesuai untuk produk dompet digital.

Kapan dan di mana?

Hari, Tanggal: Kamis, 23 Mei 2019
Waktu: 08.00-10.00 WITA
Tempat: STMIK Primakara
Jalan Tukad Badung No. 135, Renon, Denpasar, Bali.

Perlu kamu ketahui, acara ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa STMIK Primakara. Jika kamu adalah mahasiswa STMIK Primakara dan ingin mendapatkan best practice terkait pengembangan UX design, daftarkan dirimu melalui tautan di bawah ini!


Sekilas tentang DANA

DANA adalah startup berbasis teknologi di Indonesia yang menyediakan infrastruktur pembayaran/transaksi digital berkonsep open platform. DANA memungkinkan semua pengguna, baik konsumen ataupun pelaku usaha, melakukan transaksi nontunai dan nonkartu secara mudah, aman, dan efisien.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post [UPDATE] Mengapa Perlu Mengembangkan Skill Sebelum Berkarier di Industri Teknologi appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: