Press "Enter" to skip to content

Waresix Optimis jadi Pemain Kuat di Bisnis Logistik Setelah Kantongi Modal Tambahan

Bisnis startup logistik di Indonesia masih berpeluang menarik perhatian para investor di tahun 2020. Hal tersebut bisa dilihat dari kabar pendanaan terkini dari Waresix. Pada 14 Januari 2020 mereka mengumumkan penerimaan tambahan modal senilai US$11 juta (sekitar Rp150 miliar) dari EV Growth dan Jungle Ventures.

Pada Juli 2019 lalu, Waresix telah mengantongi pendanaan US$14,5 juta (sekitar Rp205 miliar) juga dari EV Growth dengan partisipasi SMDV serta Jungle Ventures.

Tambahan dana ini membuat total keseluruhan modal yang diterima Waresix sejak penggalangan dana Seri A tahun lalu menjadi sebesar US$25 juta atau setara Rp348 miliar. Mereka bahkan sedang bersiap untuk proses putaran penggalangan Seri berikutnya di tahun 2020 ini.

Andree Susanto selaku CEO Waresix mengatakan, tambahan dana tersebut menunjukkan kepercayaan investor dalam membantu Waresix memperkuat posisi di pasar kebutuhan layanan logistik di tanah air. Klaim pencapain mereka sepanjang 2019 antara lain:

  • Pertumbuhan pendapatan bulanan disebut mencapai lebih dari 30 kali lipat di tahun 2019.
  • Jumlah mitra armada mereka juga mencapai puluhan ribu truk dengan ratusan operator gudang.

Michael Gani, Chief Product Officer Waresix melalui keterangan resmi yang diterima Tech in Asia mengatakan, misi Waresix adalah ikut mendorong pertumbuhan bisnis pelanggan dengan meningkatkan efisiensi logistik di Indonesia.

Fokus kepada pelanggan adalah salah satu resep keberhasilan kami.

Michael Gani,
Chief Product Officer Waresix

Dana yang terkumpul dari putaran seri A tersebut akan digunakan Waresix untuk keperluan riset teknologi sekaligus pengembangan layanan transportasi darat. Serta memperkuat jaringan gudang Waresix di sejumlah kota Indonesia.

Ceruk bisnis industri logistik tanah air

waresix | feature

Kondisi geografis yang berbentuk kepulauan di Indonesia merupakan tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan logistik di berbagai wilayah. Kondisi ini membuat Indonesia berada diurutan kelima di Asia Tenggara dalam Indeks Daya Saing Logistik yang dirilis Bank Dunia tahun 2018 silam.

Tapi menurut data yang dikutip Waresix itu, kondisi ini menciptakan potensi pasar senilai US$240 miliar (sekitar Rp3.283 triliun) dalam sektor kebutuhan logistik di Indonesia.

Kendala biaya logistik yang cukup tinggi (dan potensi pasar yang begitu besar), membuat sejumlah startup tanah air hadir dan menawarkan solusi. Baik melalui penyediaan armada trucking dan pergudangan maupun lewat platform marketplace.

Sebelumnya beberapa investor juga melirik potensi sektor kebutuhan pasar ini dengan berpartisipasi dipendanaan startup logistik lainnya di Indonesia. Di tahun 2019 lalu, Ritase mendapat pendanaan Seri A sebesar Rp121 miliar dari Golden State Ventures, Jafco Asia dan ZWC Ventures.

Di tahun yang sama, pendiri sekaligus mantan CEO Uber, Travis Kalanick, juga telah berinvestasi ke Kargo Tech melalui inisiatif 10100 Fund. East Ventures (yang juga merupakan investor Waresix) ikut pula menanamkan modalnya ke startup logistik on-demand, Triplogic dengan besaran nilai yang tidak disebutkan.

Dengan kian meningkatnya arus permodalan tahap awal yang masuk ke sejumlah startup logistik di Indonesia, kebutuhan logistik akan menjadi salah satu vertikal yang patut diperhitungkan di tahun 2020. Meski masih didominasi pemain lama, tidak menutup kemungkinan munculnya pemain baru seperti Logisly akan banyak. Logisly tahun lalu didukung oleh permodalan dari Seedplus, Convergence, dan Genesia.

(Diedit oleh Ancha Hardiansya)

This post Waresix Optimis jadi Pemain Kuat di Bisnis Logistik Setelah Kantongi Modal Tambahan appeared first on Tech in Asia.

The post Waresix Optimis jadi Pemain Kuat di Bisnis Logistik Setelah Kantongi Modal Tambahan appeared first on Tech in Asia Indonesia.

%d blogger menyukai ini: