Press "Enter" to skip to content

Warga Kedamean Tolak Penjualan Tanah ke Pengembang

Aksi unjukrasa dilakukan sekitar 40 warga Desa Kedamean. Mereka mendatangi lokasi tanah yang hendak dijual. Di lokasi pengunjukrasa membentangkan spanduk berisi kecaman dan protes atas penjualan tanah milik negara.

Mereka juga berorasi tentang penolakan penjualan tanah jalan desa. Sebab, jalan tersebut merupakan tanah negara seluas 5,7 hektar. Tanah itu dijual senilai Rp 13 miliar kepada perusahaan untuk pembangunan perumahan. Warga menganngap, masih permainan dalam penjualan tanah oleh oknum kades.

Hal senada disampaikan Nur Qomari, salahsatu warga pendemo. Dia mengatakan, penjelasan kades bahwa tanah tidak dijual hanya akal-akalan. Sebab, tanah tersebut diklaim akan diambil alih oleh negara. “Yang pasti kami satu suara seluruh warga Desa Kedamean menolak penjualan tanah negara tersebut,” tegas Nur Qomari.

Sementara itu Ketua LSM – FPSR Aris Gunawan yang mendampingi warga saat demo mengharapkan agar tanah negara dikembalikan karena tanah tersebut untuk akses petani bercocok tanam. “Tanah ini adalah tanah negara, namun dilepas ke perusahaan oleh oknum kepala desa,” kata Aris Gunawan, Koordinator LSM FSPR, saat memimpin unjukrasa, Selasa siang. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)



Source

Gus Fik
Follow me

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: